Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Pasar modal Indonesia masih terus melanjutkan aksi penguatan disokong sentimen regional yang masih positif serta aksi beli investor lokal Di tengah penguatan kali ini, investor asing justru mulai melakukan aksi jual saham.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 16 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 5,45 poin atau 0,11 persen ke level 5.076,27.
Penguatan indeks saham masih berlanjut pada sesi pembukaan perdagangan saham dimana indeks kembali menguat 20,62 poin atau 0,41 persen ke level 5.091,74.
Pemodal asing pagi ini mulai mencatat aksi jual dengan nett sell tipis sekitar Rp 28,04 miliar. Sebanyak 180 emiten bergerak ke zona hijau sementara 46 lainnya masih tertinggal di zona hijau.
Hampir seluruh indeks saham di BEI pagi ini bergerak di zona hijau, termasuk emiten syariah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 166,29. Hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, sebanyak 119 emiten syariah telah mengangkat indeks ISSI menembus level 167,57.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 1,19 triliun dengan 13,69 miliar saham telah berganti pemilik.
Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic INdex (JII) yang menguat ke level 688,24. HIngga saat ini, indeks JII sudah menembus level 694,15 dengan 26 emiten bluechips syariah mencatat penguatan harga saham.
Dari kawasan regional, indeks sebetulnya bergerak variatif. Indeks saham Nikkei Jepang tercatat melemah 0,01 persen sementara Hang Seng Hong Kong bergerak menguat 0,14 persen.
Sementara itu, nilai kurs rupiah terus bergerak melemah. Pagi ini rupiah telah terkoreksi 49 poin ke level 11.785 per dolar AS.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menjelaskan, sentimen Pilpres kembali merasuki pasar pada perdagangan kemarin.
" Pemodal lokal yang pada hari Senin masih dalam aksi profit taking, pada perdagangan kemarin terlihat kembali melakukan aksi beli secara agresif," katanya.
Aksi beli tersebut, telah membuat saham-saham konstruksi dan properti bergerak naik untuk menembus resistennya. Kenaikan ini bahkan kemudian menjalar ke saham-saham big caps.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya