Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penyalur Tenaga Kerja Wajib Sediakan PRT Pengganti

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 16 Juli 2014 11:31
Penyalur Tenaga Kerja Wajib Sediakan PRT Pengganti
Hukuman bagi PRT atau pekerja yang melarikan diri berupa denda sebesar 2000 riyal dan dilarang kembali bekerja ke Arab Saudi selamanya.

Dream - Keluarga yang ditinggalkan Pekerja Rumah Tangga sedikit bisa bernapas lega. Peraturan baru dari Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi mewajibkan perusahaan jasa tenaga kerja untuk menyediakan PRT pengganti, atau tenaga kerja yang melarikan diri sebelum masa kontrak berakhir.

Hukuman bagi PRT atau pekerja yang melarikan diri berupa denda sebesar 2000 riyal dan dilarang kembali bekerja ke Arab Saudi selamanya. Selain itu, pekerja yang melanggar harus membiayai deportasi. Jika tidak mampu, pemerintah akan menutupi biaya ini.

Ziyad Al-Sayegh, wakil menteri untuk layanan pelanggan dan bidang ketenagakerjaan di kementerian Arab Sadi seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Rabu, 16 Juli 2014, mengatakan, keputusan itu diambil untuk melindungi hak-hak warga dan mengurangi fenomena PRT melarikan diri.

Dari catatan pemerintah Saudi, 6.524 PRT telah melarikan diri dari keluarga Saudi sepanjang Mei saja. Sejumlah pekerja sengaja melarikan diri sebelum dan selama bulan Ramadan untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi melalui pasar gelap.

Selama ini, sejumlah kantor perekrutan swasta hanya menyediakan pengganti jika pembantu lari dalam tiga bulan pertama kontrak

Ziyad mengatakan pejabat kementerian bekerja keras untuk mengatur pasar tenaga kerja dan melindungi hak-hak pengusaha dan majikan, pekerja dan perusahaan jasa tenaga kerja. Kementerian telah menandatangani kesepakatan kerja berganda dengan beberapa negara, dan mencari cara untuk merekrut PRT dari negara-negara yang berbeda.

Untuk bisa mendapatkan pegawai pengganti, para majikan harus melaporkan PRT yang melarikan diri sehingga bisa mendapatkan pengembalian dana penuh dan kompensasi lainnya.

Tak hanya ketentuan PRT pengganti, kementerian juga berhak untuk menggunakan istilah sponsor, yang biasanya diterapkan untuk pengusaha Saudi yang memiliki jumlah pekerja asing di bawah sponsor mereka.

Menurut Zayid, pemerintah ingin mengganti istilah melarikan diri dari pekerjaan dengan menghindar dari pekerjaan. Dia mengatakan pemilihan pekerja untuk perekrutan meliputi pemeriksaan medis yang komprehensif di kedutaan besar Arab Saudi di luar negeri. (Ism)

Beri Komentar