Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Pendiri Avrist Assurance, Harry Harmain Diah (kiri), Meninggal Dunia. (Foto: Avrist Assurance)
Dream – Kabar duka berasal dari dunia industri asuransi. Pendiri Avrist Assurance, Harry Harmain Diah, meninggal dunia pada 7 Mei 2020.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 8 Mei 2020, dia meninggal dunia pada 06.24 di Rumah Sakit Omni Alam Sutra, Tangerang Selatan, Banten.
Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo membenarkan hal tersebut. Ia pun menceritakan bahwa Harry Diah merupakan tokoh asuransi yang sangat bersahaja.
" Beliau sudah berkecimpung puluhan tahun di dunia asuransi," kata Irvan kepada Liputan6.com.
Dia mengatakan Harry mampu mendirikan dan membesarkan perusahaan asuransi. Bahkan, bermitra dengan perusahaan asing sejak awal 1974 sampai sekarang.
Dikutip dari laman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Harry Diah adalah praktisi industri asuransi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun.
Di tahun 1975 mendirikan PT Asuransi Jiwa Ikrar Abadi (AJIA) yang menjadi perusahaan asuransi jiwa patungan multinasional pertama di Indonesia setelah bermitra dengan American International Assurance, Ltd di tahun 1983.
Perusahaan kemudian berganti nama menjadi PT Asuransi AIA Indonesia (AIAI). Di tahun 2009 AIA Indonesia berubah menjadi perusahaan independen dengan nama baru, PT. Avrist Assurance.
Selain membangun Avrist, beliau tetap aktif menyumbangkan pemikiran, ide-ide, dan terobosan untuk mendorong kemajuan asuransi Indonesia dan aktif di asosiasi industri dan organisasi networking.
Harry memiliki gelar MBA di bidang Keuangan dan Perbankan dari New York University dan Bachelor of Science di bidang Keuangan dan Perbankan dari New York University. Beliau juga memiliki gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.
(Sumber: Liputan6/Arthur Gideon)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya