Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasar Iran (Shutterstock.com)
Dream - Iran melarang import produk elektronik asal Korea Selatan. Larangan ini ditetapkan usai adanya perintah dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei kepada Presiden Ibrahim Raisi untuk menghentikan impor produk peralatan rumah tangga khususnya dari dua perusahaan besar Korsel namun tidak disebutkan namanya.
Dikutip dari Asia Times, pemerintah Iran beralasan larangan tersebut untuk meningkatkan produksi serta memicu gairah pada ekonomi dalam negeri. Terlebih di tengah kondisi Iran yang masih dijerat embargo ekonomi dari Amerika Serikat.
Meski tidak disebutkan nama dua perusahaan Korsel yang dimaksud, masyarakat Iran berasumsi kedua perusahaan itu adalah raksasa elektronik serta peralatan rumah tangga, Samsung dan LG. Asumsi ini muncul karena selama bertahun-tahun, sekitar 55-70 persen pasar peralatan rumah tangga Iran didominasi dua merek tersebut.
Sebelum penetapan larangan impor ini diberlakukan, mayoritas masyarakat Iran memang pengguna produk Samsung dan LG. Sehingga alih-alih mendukung, masyarakat Iran malah merasa kesal atas larangan impor tersebut.
Masyarakat Iran merasa Pemerintah telah membatasi pilihan produk peralatan rumah tangga. Mereka mencurahkan ketidakpuasan di media sosial tentang pengalaman buruk dengan lemari es, mesin cuci, TV, penyedot debu, microwave, dan mesin pencuci piring buatan dalam negeri.
Sebagian besar konsumen Iran merasa produk dalam negeri memiliki kualitas yang lebih rendah. Ditambah lagi, tidak efisien.
Manufaktur elektronik dan peralatan rumah tangga bukanlah industri yang canggih di Iran. Sementara pengetahuan konsumen sebagian besar bersumber dari negara-negara seperti Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, yang barang-barangnya terus dapat diakses bahkan ketika sanksi diberlakukan.
Media lokal melaporkan produsen peralatan rumah tangga Iran malah melipatgandakan harga mereka. Ketua Serikat Pekerja Penjual Peralatan Rumah Tangga Teheran, Akbar Pazouki, mengungkapkan kulkas buatan Iran dijual seharga US$850 (setara Rp12,1 juta), setara dengan gaji pegawai pemerintah tingkat menengah selama lima bulan.
Awal November, anggota parlemen konservatif dari Tabriz, Ahmad Alirezabeigi, memperingatkan Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan melalui surat tentang kondisi pasar yang sudah kosong dari merek asing. Dia menyatakan harga mengalami peningkatan 20-30 persen dan telah membuat banyak orang kehilangan kemampuan membeli apa yang mereka butuhkan.
Beberapa ahli berpikir kerugian dari larangan tersebut, sementara Iran telah terjerat jaringan sanksi perpajakan yang tentu lebih besar daripada manfaatnya. Mereka mengatakan karena rial Iran telah sangat terdevaluasi dan mata uang asing telah terapresiasi, produsen lokal dapat memanfaatkan tidak adanya persaingan untuk menawarkan harga yang terjangkau, tetapi ini tidak terjadi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya