Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @smindrawati
Dream - Roda pembangunan ruas jalan trans selatan-selatan (Trans South-South/TSS) tahap II yang menghubungkan sejumlah kota di selatan Jawa dipastikan akan kembali bergerak. Kepastian ini diperoleh setelah pemerintah menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan dengan Islamic Development Bank (IsDB).
Melalui perjanjian ini, IsDB berkomitmen menyediakan pembiayaan senilai US$ 150 juta dari total biaya pembangunan TRSS-2 sebesar US$ 450 juta dengan skema sesuai prinsip syariah islam.
Perjanjian ini tercapai disela rangkaian Sidang Tahunan Bank Pembangunan Islam pada Minggu, 5 Juni 2022.
Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, dengan Vice President (Operation) IsDB, Mr. Mansur Muhtar dan disaksikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati beserta Presiden IsDB, Dr. Muhammad Sulaiman Al Jaseer.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di seluruh Jawa bagian Selatan, pembangunan jalan TRSS-2 juga diharapkan meningkatkan efisiensi dan keselamatan transportasi jalan melalui pengembangan/pembangunan ruas jalan baru sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa.
Ruas jalan yang akan dibangun berlokasi di provinsi Jawa Timur dan DI Yogyakarta.
“ Jalan tol dengan estimasi panjang sekitar 67.78 km (termasuk jembatan sepanjang 443.1 m) akan meliputi wilayah kabupaten Tulungagung, Blitar, Malang, dan Bantul,” dikutip dari unggahan akun Instagram Sri Mulyani, Senin, 6 Juni 2022.
Selain dengan IsDB, pembiayaan infrastruktur ini juga bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) dengan modalitas pendanaan terpisah.
Selanjutnya implementasi pembangunan jalan dan jembatan tersebut akan dilaksanakan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebelumnya, IsDB juga berpartisipasi dalam pembiayaan proyek TRSS-1 senilai US$ 250 juta (Service Ijarah US$ 15 juta dan Istisnaa US$ 235 juta). Perjanjian pembiayaan ditandatangani pada tanggal 16 Mei 2017 dan akan berakhir pada 2023.
Pembangunan infrastruktur TRSS-1 sepanjang 100 km dilaksanakan sebagai upaya pemerintah menyambung koridor selatan pulau Jawa sepanjang 1400 km. Harapannya, pada saat keseluruhan pembangunan infastruktur diselesaikan maka waktu tempuh perjalanan dapat dipotong hingga setengahnya.
Dengan kondisi transportasi yang semakin lancar dan singkat, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut diharapkan akan semakin meningkat dan dapat mendorong kenaikan pendapatan masyarakat.
Adapun, pembiayaan TRSS ini juga merupakan bagian dari keseluruhan komitmen kerja sama Pemerintah Indonesia dan IsDB untuk terus mengembangkan kemitraan pembangunan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota dan ekonomi terbesar IsDB.
Saat ini, Indonesia sedang melaksanakan lima proyek kegiatan yang dibiayai IsDB di sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pertanian dan perhubungan dengan total nilai lebih dari US$ 1 miliar.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, Indonesia dan IsDB sedang merumuskan Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk periode 2022–2025.
MCPS tersebut akan mendorong pelaksanaan pembangunan melalui dua pillar, diantaranya, pilar I, pembangunan infrastruktur yang hijau dan berkelanjutan yang difokuskan kepada sektor energi bersih dan terbarukan, transportasi multimoda, pertanian dan pembangunan pendesaan, pengembangan sektor urban dan sanitasi, serta sektor ICT dan digitalisasi.
Sedangkan pilar II, pengembangan sumber daya manusia diharapkan mencakup sektor-sektor kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, perlindungan sosial, UKM, dan penciptaan lapangan kerja.
Indonesia dan IsDB juga berkomitmen membangun kemitraan yang sejajar (equal partnership), dengan saling membantu termasuk melalui pengembangan kerja sama pengetahuan dan pengalaman terbaik.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya