Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Budi Waseso (empat Dari Kiri) Diangkat Sebagai Pimpinan Baru Bulog. (Foto: Kementerian BUMN)
Dream – Menteri BUMN Rini Soemarno, menunjuk Budi Waseso untuk memimpin Perum Bulog. Budi menggantikan Djarot Kusumayakti yang duduk sebagai Direktur Utama perusahaan pemasok kebutuhan pangan itu.
Budi bukanlah tokoh asing. Dia pernah menduduki sejumlah jabatan penting di sejumlah lembaga di negeri ini.
Pria yang lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 1960 ini meniti karier sebagai perwira polisi sejak lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1984. Keahliannya adalah reserse alias penyidikan.
Pada 2009, Budi mendapat promosi menduduki jabatan sebagai Kepala Propam Polda Jawa Tengah. Setahun kemudian, dia ditarik ke Mabes Polri menempati jabatan Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri.
Setelah itu, Budi diangkat menjadi Kapolda Gorontalo dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Kariernya makin moncer dengan terpilih Budi sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Nama Budi semakin banyak dibicarakan karena berani menyentuh Komisi Pemberantasan Korupsi dan menggeledah kantor PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atas kasus dugaan korupsi pengadaan crane.
Pada 2015, Budi diangkat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menggantikan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Anang Iskandar. Anang ditunjuk menggantikan Budi sebagai Kabareskrim Polri.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya