Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2016 tercatat sebanyak 28,01 juta. Jumlah penduduk miskin ini berkurang dari posisi September 2015 yang masih berjumlah 28,51 juta.
" Jika dibandingkan dengan September 2015, selama enam bulan tersebut terjadi penurunan penduduk miskin sebanyak 0,5 juta orang," kata Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Juli 2016.
Jika dibandingkan dengan Maret 2015 yang sebesar 28,59 juta, jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 turun sebanyak 580 ribu orang.
Suryamin mengatakan jumlah penduduk miskin Indonesia di daerah perkotaan turun 280 ribu orang dari 10,62 juta pada September 2015 menjadi 10,34 juta pada Maret 2016. Sementara itu, jumlah orang miskin di pedesaan turun 0,22 juta dari 17,89 juta pada September 2015 menjadi 17,67 juta pada Maret 2016.
BPS menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah orang miskin. Pertama adalah kenaikan upah buruh tani dan buruh bangunan. Nominal upah buruh tani pada Maret 2016 naik 1,75 persen dari Rp46,73 ribu pada September 2015 menjadi Rp47,55 ribu pada Maret 2016.
" Selain itu, upah buruh bangunan per hari naik 1,23 persen dari Rp79,65 ribu pada September 2015 menjadi Rp81,48 ribu pada Maret 2016," kata dia.
Selain upah buruh informal, penyebab turunnya jumlah orang miskin adalah inflasi September 2015-Maret 2016 yang rendah, yaitu 1,71 persen dan turunnya angka pengangguran dari 6,18 persen pada Agustus 2015 menjadi 5,8 persen pada Februari 2016.
Suryamin menjelaskan turunan harga daging ayam, telur ayam ras, dan minyak goreng juga membuat angka kemiskinan turun. Harga daging ayam turun 4,08 persen dari R73,42 ribu per kg pada September 2015 menjadi Rp36,2 ribu pada Maret 2016. " Harga telur turun 0,92 persen dan minyak goreng turun 0,41 persen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya