Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi Wanita Kaya. (Foto: Shutterstock)
Dream – Wanita terkenal hebat dalam urusan pendidikan, gaji, dan promosi kerja. Tapi, ada satu hal di bidang ekonomi di mana perempuan masih tertinggal dari laki-laki.
Dilansir dari CNBC, Senin 11 Juni 2018, berdasarkan studi yang dilakukan oleh perusahaan riset kekayaan, Wealth X, jumlah wanita miliarder di dunia masih kalah dibandingkan pria. Saat ini hanya ada 11,7 persen wanita miliarder di dunia. Angkanya turun 11,9 persen dari tahun 2015.
Jumlah wanita yang kaya berkat usahanya sendiri pun semakin sedikit. Jumlahnya lebih sedikit dari perempuan miliarder yang mendapatkan kekayaan dari warisan. Jumlahnya 8 persen dari pria miliarder yang kaya raya dari warisan.
Forbes juga turut merilis ada 256 wanita miliarder tahun ini dan jumlahnya hanya 10 persen dari total miliarder di dunia.
Mengapa?
Jawabannya, jumlah wanita miliarder menipis karena ada bias gender di ruang rapat dan peningkatan modal. Wanita pengusaha kesulitan untuk menambah modal untuk ide bisnis.
Mereka juga harus berhadapan dengan pria ketika mencoba untuk menjadi pimpinan di perusahaan. Bahkan, beberapa budaya di negara-negara lain juga menghambat wanita untuk masuk ke bidang teknologi dan insinyur.
Penulis buku I Want to Be Rich and I‘m Not Sorry, Jessica Knoll, mengatakan masalahnya menjadi lebih dalam. Knoll berkata ketika perempuan bertumbuh, ada anggapan bahwa wanita diprediksi akan menjadi pelindung, sementara lelaki yang akan bekerja.
“ Kalau ingin membangun kekayaan sendiri, kepercayaan diri untuk mengambil risiko yang diperhitungkan adalah keterampilan yang diperlukan. Menempatkan kebutuhan orang lain di atas diri sendiri itu tidak perlu,” kata dia.
Bahkan, Knoll mengatakan perempuan harus belajar untuk menyombongkan diri untuk urusan karier dan menginginkan hal yang lebih.
(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
