Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jepang Memberikan Bantuan Bagi Para Pengantin Yang Hendak Menikah (Foto:Pexels)
Dream - Setiap pasangan yang berencana untuk menikah terkadang terhalang biaya. Salah satu yang membuat mereka menunda impian membangun biduk rumah tangga adalah biaya pernikahan yang terus naik stiap tahunnya.
Namun pasangan di negara ini bisa bernapas lega mulai sekarang. Baru-baru ini pemerintah Jepang menjanjikan akan memberikan bantuan untuk para pengantin baru yang bersedia tinggal di kota.
Mereka akan menerima bantuan sejumlah Rp 85 juta untuk membayar sewa rumah dan biaya kebutuhan hidup rumah tangga lainnya.

Program dukungan bagi para pengantin baru Jepang ini diumumkan pemerintah awal minggu lalu. Direncanakan program tersebut akan mulai diimplementasikan pada April 2021 mendatang,
Pemerintah mengambil langkah yang cukup mengejutkan lantaran angka kelahiran di negara tersebut sangat rendah.
Dalam survey yang diadakan National Institute of Population and Social Security Research, terdapat 29,1 persen pria lajang berusia 25 hingga 34 tahun dan 17,8 persen wanita lajang yang mengaku kurangnya dana pernikahan sebagai alasan mereka tetap tidak menikah.
Oleh karenanya, masyarakat Jepang cenderung menikah di usia yang sudah tidak produktif, bahkan enggan menikah. Pihak pemerintah berusaha meningkatkan angka kelahiran dengan memberikan kemudahan bagi pasangan yang hendak menikah.
Untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, masyarakat harus memenuhi beberapa syarat. khusus. Kedua pasangan, baik suami maupun istri haruslah berusia di bawah 40 tahun pada saat tanggal pernikahan terdaftar. Selain itu, keduanya harus memiliki pendapatan gabungan yang nilainya kurang dari Rp 365 Juta.
Jepang akan memilih 281 kotamadya, atau 15 persen daerah yang akan dijadikan tempat percontohan bantuan. Biaya hidup akan ditanggung setengahnya oleh pemerintah lokal, namun di tahun 2021 mendatang, pemerintah pusat akan menanggung dua pertiga dari kebutuhan peserta bantuan.
Pemerintah Jepang berharap bantuan ini akan berjalan efektif untuk mendorong angka kelahiran di masa mendatang.
(Sah, Sumber Japan Today)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya