Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Source: Shutterstock.com
Dream - Berlanjutnya masa pandemi membuat kondisi ekonomi semakin tidak stabil. Bahkan, penjualan produk fashion favorit yang tak pernah sepi pembeli seperti jeans ikut-ikutan menurun.
Penurunan penjualan jeans diduga dikarenakan peralihan tren pada celana yang berpotongan longgar seperti sweatpants serta baggy clothes.
Dilansir dari Times of India, brand internasional seperti True Religion, Lucky Brand serta Denim of Virtue diklaim bangkrut sejak April. Brand Levi Strauss pun mengalami penurunan pendapatan sebesar 62 persen.
CEO Spykar Lifestyle, Sanjay Vakharia mengungkapkan penurunan penjualan dari 55 menjadi 35 persen di awal masa lockdown. Dilihat dari perubahan dan peralihan tren, banyak orang yang mengutamakan kenyamanan saat WFH.
Sebaliknya penjualan pakaian yang nyaman seperti T-shirt, celana pendek, loungewear serta tracksuits meningkat.
Desainer Sayanika Dhar menduga tren no-denim akan terus berlanjut hingga lockdown berakhir dan semua orang bisa beraktivitas seperti biasa.
" Sekarang mereka lebih memilih rok, jumpsuit, celana berbahan linen serta formal leggings daripada tailored pants atau denim," katanya. Apalagi, harga rok, jumpsuit dan celana berbahan ringan seringkali lebih murah daripada denim.
Mereka juga merasa lebih nyaman dan tetap rapi menggunakannya ketika beraktivitas sehari-hari. Denim juga dinilai kurang ramah lingkungan karena menggunakan beberapa jenis bahan kimia dan banyak air untuk memproduksiya.
Denim mungkin saja kembali menjadi tren, namun dalam bentuk berbeda yang lebih baggy, soft serta sustainable.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?