Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III Diperkirakan Kembali Negatif
Dream - Ekonomi Indonesia kemungkinan besar bakal mengalami resesi. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 bakal terkontraksi 2,9-1,0 persen.
Jika perkiraan tersebut sesuai, ekonomi Indonesia dipastikan mengalami resesi teknikal karena pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal bertutur-turut.
" Kementerian Keuangan melakukan revisi forecast pada bulan September ini," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Rabu, 23 September 2020.
Sebelumnya Kemenkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran minus 1,1 hingga positif 0,2 persen. Perkiraan terbaru hingga bulan September tahun 2020 memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6.
Sri Mulyani mengatakan sejumlah institusi sampai saat ini ini memang belum membuat revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagian besar sudah memprediksi ekonomi Indonesia 2020 akan mengalami pertumbuhan negatif.
“ Kalau kita lihat berbagai institusi yang melakukan forecast terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia belum ada update, namun kira-kira mereka rata-rata sekarang memproyeksikan ekonomi Indonesia tahun 2020 semuanya pada zona negatif kecuali bank dunia yang masih pada posisi nol,” kata Menkeu.
Diketahui OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar minus 3,3 persen. Perkiraan ini lebih baik dari yang perkiraa sebelumnya antara 3,93 hingga minus 2,8 persen (yoy).
Bank Pembangunan Asia memperkirakan Indonesia mengalami kontraksi 1 persen (yoy), Bloomberg - 1 persen (yoy), IMF di - 0,3 persen (yoy), dan Bank Dunia 0 persen (yoy).
“ Ini artinya negatif teritori kemungkinan akan terjadi pada Kuartal ke-3. Dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal ke-4 yang kita upayakan untuk bisa mendekati nol atau positif,” tutur Menkeu.
Di tahun 2021, pemerintah tetap menggunakan perkiraan sesuai dengan yang dibahas dalam RUU APBN 2021, yaitu pertumbuhan ekonomi antara 4,5 hingga 5,5 persen (yoy) dengan forecast titiknya 5,0 persen (yoy).
OECD tahun depan memperkirakan Indonesia tumbuh di 5,3 persen, ADB juga pada kisaran 5,3 persen, Bloomberg median di 5,4 persen, IMF 6,1 persen, dan World Bank di 4,8 persen.
“ Semua forecast ini semuanya subject to, atau sangat tergantung kepada bagaimana perkembangan kasus covid-19 dan bagaimana ini akan mempengaruhi aktivitas ekonomi,” pungkas Menkeu.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya