Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Kandungan Dan Keutamaan Surat Sajdah. (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Surat Sajdah merupakan surat ke-32 dalam Al Quran yang terdiri dari 30 ayat. Surat yang diturunkan setelah Surat Al Mu'minun ini termasuk dalam golongan Surat Makiyah karena diturunkan di Kota Mekah.
BACA JUGA: Amalan Yang Dapat Di Terapkan Pada Hari Jumat Beserta Keutamaannya
Dinamakan Surat Sajdah lantaran di dalam surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu terletak pada ayat ke-15. Surat ini juga termasuk surat yang terakhir dari kelompok awalan Alif Lam Mim.
Kandungan Surat Sajdah salah satunya adalah berisi tentang kebangkitan suatu kaum yang telah tenggelam di dalam rawa-rawa. Lantas bagaimana kisahnya?
Simak informasi selengkapnya berikut ini, tentang kandungan Surat Sajdah dan keutamaan mengamalkannya.
Surat Sajdah mengandung makna dan kandungan yang perlu diketahui umat Muslim. Adapun isi kandungan Surat Sajdah antara lain:
Tak hanya berisi kandungan yang penting dipahami oleh umat Islam, Surat Sajdah juga memiliki fadhilah atau keutamaan apabila rajin membaca dan mengamalkannya. Berikut keutamaan Surat Sajdah yang perlu diketahui:
Keutamaan yang pertama adalah bahwa Surat Sajdah merupakan surat Al Matsani untuk Nabi Muhammad Saw, sebagai pengganti kitab Injil.
Keutamaan kedua, jika rajin membacanya maka Allah akan memberikan buku catatan amal dengan tangan kanan, tidak dihisab serta termasuk kekasih Rasulullah Saw. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Saw dari Abi Abdullah berkata:
“ Barangsiapa yang membaca Surat As-Sajadah di setiap malam Jumat, maka Allah memberikan buku catatan amal perbuatannya dengan tangan kanannya (di akhirat). Dia tidak akan menghisabnya karena apa yang telah dilakukannya (selama hidup di dunia), dan ia termasuk teman Nabi Muhammad Saw. dan ahlu bait beliau.” (Tsawabul-A’mal: 139)
Keutamaan ketiga yaitu sebagai amalan untuk menghidupkan malam lailatul qadar. Tak hanya itu, menuliskan Surat Sajdah lalu mengalungkan pada dirinya akan menyembuhkan penyakit demam, sakit kepala, dan sakit persendian. Seperti hadis Nabi Saw. bersabda: “ Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Sajdah), maka seakan-akan ia telah menghidupkan (beribadah) malam lailatul-qadar. Dan barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkan pada dirinya, ia akan aman dari penyakit demam, sakit kepala dan sakit persendian.” (Tafsirul-Burhan, Juz 6: 192)
Keutamaan yang keempat adalah bahwa surat ini sering dibaca Rasulullah Saw pada rakaat pertama sholat subuh di hari Juamt. Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Nabi Saw suka membaca Surat Sajdah dalam rakaat pertama sholat subuh di hari Jumat.
Keutamaan yang kelima adalah sebagai amalan sunnah sebelum tidur. Jabir berkata, “ Rasulullah tidak tidur sehingga membaca Surat As-Sajadah, dan Surat Al-Mulk.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i dan Al-Hakim)
Keutamaan keenam yaitu bahwa Surat Sajdah adalah salah satu surat yang ditakuti setan. Dengan membacanya maka kamu akan terhindar dari gangguan setan terkutuk. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Saw pernah bersabda:
“ Apabila anak adam membaca Surat Sajdah, kemudian ia bersujud, maka pergilah setan menjauh seraya menangis dan berkata, ‘Betapa celakanya aku! Anak Adam diperintahkan untuk bersujud, ia pun bersujud, maka ia mendapatkan surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, aku pun enggan, maka aku mendapatkan neraka.” (HR. Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad dan Muslim)
Keutamaan Surat Sajdah yang ketujuh adalah menjadi amalan untuk menyelamatkan pembacanya dari siksa api neraka. Khalid bin Ma’dan berkata:
“ Bacalah Surat Sajdah karena saya mendapatkan keterangan bahwa ada seorang yang biasa membacanya, dan tidak membaca lain-lainnya, sedangkan ia banyak berdosa. Kemudian surat ini menghamparkan sayapnya dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, ampunilah orang ini, karena ia selalu membacaku.’ Maka Allah menerima pembelaan (syafaat)nya itu. Dia berfirman, ‘Tulislah untuk hamba-Ku itu di setiap dosa dengan kebaikan dan naikkan derajat kedudukannya.’”
Sumber: abusyuja.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan