Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkeu Sri Mulyani Indrawati Beri Tanggapan Soal Bangun Infrastruktur Tanpa Utang (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi komitmen Calon Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang ingin membangun infrastruktur Indonesia tanpa berutang. Langkah itu diyakini akan meningkatkan perekonomian nasional.
" Kalau Pak Prabowo sebagai kontestan juga memiliki komitmen seperti itu, berarti juga akan meningkatkan confidence terhadap ekonomi Indonesia. karena berarti dalam hal ini, Oh Indonesia memiliki kandidat-kandidat Presiden yang semuanya menginginkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)-nya sehat dan sustainable," kata Sri Mulyani mengutip laman Merdeka.com, Selasa, 11 Desember 2018.
Menurut Sri Mulyani, upaya tersebut sebetulnya sudah dijalankan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Selama ini pemerintah tak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dari utang.
Sebagai pengelola keuangan negara, Menkeu menjelaskan jika pemerintah telah mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Selain Kemenkeu, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) bahkan sudah memiliki program Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).
" Jadi itu semua adalah mekanisme yang dikatakan kalau menggunakan ekuitas, maka itu tidak melakukan melalui utang," papar Sri Mulyani.
Di samping dari pemerintah, proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia juga mulai melibatkan sektor swasta. Meski diakui, kata Sri Mulyani, ada berbagai permintaan dari pihak swasta terkait proyek yang digarapnya.
Salah satunya adalah adanya jaminan yang diberikan pemerintah, serta permintaan availability of payment saat perusahaan tak punya arus pendapatan cukup namun tertarik menggarap sebuah proyek. " Jadi artinya kita menyiapkan banyak sekali mekanisme," ujarnya.
Sri Mulyani kembali menegaskan jika dia menghargai keinginan baik Capres agar Indonesia tak berutang dalam membangun infrastruktur.
" Dan itu akan menimbulkan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan financing yang memang suatu kebutuhan kita," ujar dia.(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya