Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Sumber: Merdeka.com)
Dream – Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sepakat akan mensinergikan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan dan kedaulatan sistem pembayaran disinergikan.
Untuk rencana tersebut, Himbara menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) yang akan membentuk perusahaan prinsipal yang memfasilitasi proses switching transaksi di antara bank-bank pelat merah itu.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 9 September 2016, nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), Asmawi Syam, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero), Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero), Maryono, dan Direktur Utama PT Telkom Tbk (Persero), Alex J. Sinaga. Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan Gubernur Bank Indonesia, Agus D. W. Martowardojo, di Kementerian BUMN, Jakarta.
Menteri BUMN, Rino Soemarno, mengatakan, pada tahap awal, pembentukan entitas perusahan yang akan menjadi prinsipal, akan dilakukan oleh Telkom lewar penyertaan modal awal yang bersifat sementara hingga terbentuknya Holding BUMN keuangan.
Selanjutnya, holding ini nantinya akan digadang menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan prinsipal.
“ Perusahaan prinsipal inilah nantinya yang diharapkan memegang peranan utama dalam pembentukan ekosistem dari National Payment Gateway (NPG),” kata Rini.
Mantan menteri perindustrian ini mengharapkan efisiensi akan tercipta di dalam sistem pembayaran nasional dengan terciptanya NPG. Saat ini, bank-bank pelat merah ini sedang bekerja sama untuk mewujudkan sinergi infrastruktur ATM dan EDC. Pada tahun 2016, diharapkan ada 10 ribu ATM dan 10 ribu EDC dan bank-bank Himbara sudah beroperasi.
“ Bagi bank-bank Himbara, sinergi ini akan menghemat biaya dalam pengelolaan ATM yang diperkirakan mencapai Rp6,8 triliun serta memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Agus mengatakan, jumlah transaksi kartu debit, berdasarkan data Bank Indonesia, naik 153 persen dari 138 juta transaksi pada tahun 2011 menjadi 349 juta transaksi pada tahun 2015. Jumlah ini diprediksi akan meningkat 217 persen menjadi 1,1 miliar pada tahun 2020.
“ Jumlah transaksi kartu kredit pada 2015 mencapai 281 juta transaksi, tumbuh 34 persen dibandingkan tahun 2011 dan diperkirakan akan meningkat 45 persen menjadi 407 juta transaksi pada 2020,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya