6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Industri bank dan keuangan syariah menatap 2015 dengan optimistis. Prediksi pertumbuhan besar hingga 19 persen menjadi US$ 2,5 triliun sudah dipancangkan.
Prediksi tersebut disampaikan CEO AlHuda Centre of Islamic Banking and Economics (CIBE), Muhammad Zubair Mughal seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Selasa, 6 Januari 2015.
Menurut Zubair, bank syariah masih menjadi pemegang pangsa pasar keuangan Islami terbesar hingga 86 persen. Diikuti surat utang syariah 4 persen, pembiayaan syariah 4 persen, asuransi syariah 2 persen, dan kredit mikro syariah 1 persen.
" 2014 terbukti telah menjadi tahun yang mengagumkan bagi industri keuangan dan bank syariah," kata Zubair.
Kinerja cemerlang industri syariah itu tak hanya terlihat dari kemampuannya melewati batas aset US$ 2 triliun. Sistem keuangan Islami kini juga mulai masuk ke pasar baru seperti kawasan Eropa, Korea, Australia, Brasil, Malta, Argentina, China, dan negara lainnya.
Di pasar tradisional, sistem keuangan dan bank syariah juga semakin memantapkan posisinya dengan baik. Pasar tersebut diantaranya Malaysia, Pakistan, dan negara Timur Tengah.
Sejumlah negara kini juga mulai menyelami sistem perbankan dan keuangan syariah dengan perkembangan yang menjanjikan. Pasar baru tersebut adalah Maroko, Azerbaijan, Kazhakhstan, Libya, Oman, dan negara non muslim seperti Nigeria, Tanzania, dan Afrika Serakat.
CIBE juga melaporkan, lembaga yang bergerak di bidang perbankan syariah, keuangan, tajaful, sukuk, pembiayaan syariah, dan kredit mikro syariah kini berjumlah 1.500 organisasi.
Ribuan organisasi tersebut beroperasi di 90 negara di seluruh dunia dengan porsi negara non muslim sebesar 40 persen.
Di sisi lain, pangsa pasar perbankan Islam di negara muslim seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, Pakistan, dan Indonesia menguasi hingga 76 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya