Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Laju bursa saham Asia yang kurang bergairah ikut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Pelemahan kali ini menandai koreksi pertama pembukaan perdagangan di awal 2015.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 5 Januari 2015, IHSG dibuka melemah 13,085 poin (0,25%) ke level 5.229,68.
Pelemahan kembali berlanjut di sesi pembukaan setelah IHSG kembali turun 11,733 poin (0,21%) ke level 5.231,58.
Koreksi IHSG di awal Januari ini dipicu melemahnya harga saham dari 62 emiten dan 67 lainnya masih bergerak stagnan. Beruntung masih ada 48 emiten yang melaju di zona hijau dan menahan pelemahan lebih dalam.
Di awal pekan ini sudah 298,42 juta saham yang ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini membuat pasar modal Indonesia diguyur dana hingga Rp 192,90 miliar.
Meski melemah, bursa saham Indonesia tampaknya masih dilirik pemodal asing. Terbukti asing mencatat nett buy sekitar Rp 2 miliar.
Emiten sektor barang konsumsi memimpin pelemahan usai turun 0,81 persen, diikuti manufaktur 0,76 persen, dan aneka industri 0,80 persen.
Hingga satu jam perdagangan saham, IHSG masih terus tertekan dengan melemah 0,45 persen ke level 5.218,99.
Laju pelemahan juga melanda dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah ke lebel 168,85. Pada penutupan akhir pekan lalu, ISSI sempat bertengger di zona hijau di level 169,23.
Gerak ISSI masih belum bisa beranjak dari teritori negatif hingga satu jam perdagangan. ISSI tercatat melemah 1,034 poin (0,61%) ke level 168,19.
Tercatat hanya 48 emiten syariah yang melaju di zona hijau. Jumlah ini separuh dari gerak emiten ISSI yang terpuruk di teritori negatif sebanyak 96 emiten.
Lantai bursa pagi ini sudah diguyur dana syariah hingga Rp 878,31 miliar. Dana itu berasal dari aksi jual beli terhadap 9.33 miliar saham.
Hal yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan di zona merah dengan melemah ke level 692,67.
JII saat ini sudah terpangkas 4,873 poin (0,7%) ke level 689,6.
Sebanyak 21 emiten unggulan syariah tersangkut di zona merah sementara 8 lainnya masih bisa bergerak menguat. Hanya 1 emiten bluechips syariah memilih stagnan.
Test Polling input dari sourcecode
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya