Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Sempat tertekan kabar kurang menyenangkan dari laju inflasi dan neraca perdagangan tak menghalangi bursa saham Indonesia bergerak positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan menguat diatas level pembukaannya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2015, Jumat, 2 Januari 2015, IHSG menguat 15,822 poin (0,30%) ke level 5.242,76.
Di awal perdagangan 2015 ini, IHSG hanya mampu mencetak level tertinggi di 5.247,93. Sementara posisi terendahnya berada di 5.230,75 atau masih di zona hijau.
Penguatan IHSG kali ini ditopang kenaikan harga saham dari 160 emiten. Namun IHSG sempat tertahan oleh melemahnya harga saham dari 143 emiten dan 75 lainnya yang bergerak stagnan.
Masih dalam suasana libur panjang, investor tampaknya belum banyak yang masuk pasar. Transaksi perdagangan saham hanya mencatat nilai Rp 4,46 triliun dengan 49,51 miliar efek yang beralihtangan.
Pemodal asing cukup membawa kabar baik bagi pasar modal Indonesia. Di awal 2015 ini, asing membukukan nett buy tipis sekitar Rp 19,49 miliar.
Meski IHSG melaju di zona hijau, tak semua indeks saham sektoral bisa menikmati kenaikan di awal tahun ini. Indeks sektor industri aneka memimpin pelemahan usai turun 0,50 persen, diikuti industri dasar 0,34 persen, dan infrastruktur 0,31 persen.
Sebaliknya, emiten properti kembali jadi buruan pelaku pasar di awal tahun ini dengan kenaikan 1,53 persen. Sektor lain yang mengalami kenaikan tertinggi adalah barang konsumsi 1,26 persen dan pertanian 0,68 persen.
Bertahannya IHSG di zona hijau ditengah sentimen negatif domestik juga berimbas pada dua indeks saham syariah di lantai bursa.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di awal tahun ini menutup perdagangan dengan menguat 0,592 poin (0,35%) ke level 169,23.
Kenaikan ISSI ditopang oleh menguatnya harga saham dari 91 emiten. Namun turunnya harga saham dari 92 emiten syariah sempat membuat ISSI ikut tertekan.
Usai libur panjang, pelaku pasar melakukan aksi jual beli terhadap 34,61 miliar saham. Transaksi ini membuat lantai bursa dipenuhi perputaran dana hingga Rp 3,23 triliun.
Penutupan di zona hijau juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,434 poin (0,50%) ke level 694,47.
Dominasi kenaikan harga saham mewarnai daftar penghuni JII dengan jumlah 17 emiten unggulan syariah. Sisanya, 11 emiten JII bergerak melemah dan 2 lainnya stagnan.
Sebanyak 6,09 miliar saham bluechips syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai mencapai Rp 1,86 triliun.
Dari kawasan regional, seluruh indeks saham utama Asia sore ini bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,07 persen, bergitu pula Shanghai Composite naik 2,18 persen.
Awal kurang meyakinkan di awal 2015 justru melanda pasar keuangan. Rupiah sore ini kembali melemah 131 poin (1,06%) menjadi 12.518 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya