Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sesuai prediksi, inflasi tahun 2014 akhirnya melonjak di atas target pemerintah seiring kenaikan sejumlah komponen harga masyarakat, utamanya Bahan Bakar Minyak (BBM). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahun 2014 berada di level 8,36 persen.
Sebelumnya pemerintah menetapkan target inflasi 2014 dalam APBN-P 2014 berada di rentang 5,3-7,3 persen. Adanya kenaikan harga BBM bersubsidi membuat target inflasi berubah dengan kenaikan 2 persen.
Laporan BPS menyebutkan inflasi komponen inti di Desember 2014 mencapai 1,02 persen dengan inflasi inti secara tahunan (yoy) mencapai 4,93 persen. Tingginya angka inflasi ini dipicu kenaikan harga BBM subsidi.
" Inflasi Desember 2,46 persen sehingga inflasi tahunan 8,36 persen. Pada Desember ini semua kota mengalami inflasi," kata Kepala BPS, Suryamin dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Jumat, 2 Januari 2014.
Dari 82 kota IHK, inflasi tertinggi tercatat di Merauke 4,53 persen dan inflasi terendah Meulaboh 1,17 persen.
Pada akhir tahun ini, sumber inflasi terbesar berasal dari sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Kenaikan tarif angkutan umum membuat terjadinya pembengkakan laju inflasi yang menyumbang sebesar 2,46 persen.
" Andilnya kepada inflasi sebesar 1,06 persen," katanya.
Adanya kenaikan tarif angkutan juga berdampak pada inflasi pada sektor makanan. Di sektor ini, laju inflasi mencapai 3,22 persen dengan andil 0,64 persen.
" Kemudian itu berpengaruh pada makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan inflasi 1,96," tambahnya.
Selain BBM, inflasi dari kelompok komponen energi juga dipengaruhi kenaikan tarif listrik yang dilakukan pemerintah setiap 2-3 bulan. Kenaikan harga gas elpiji 3 Kg juga ikut menyumbang andil kenaikan inflasi Desember 2014.
" Jadi ini mempengaruhi inflasi yang diatur pemerintah mencapai 6,10 persen. Sedangkan inflasi barang bergejolak juga tinggi mencapai 3,56 persen," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya