Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Lebih dari sebulan usai kenaikan harga premium, publik di Indonesia harus sudah bersiap dengan kebijakan baru. Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla memastikan akan mengeluarkan kebijakan tersebut hari ini.
" Akan ada kebijakan baru, besok diumumkan. Sudah oke, besok jam 9 ya di kantor saya," kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di kantor wakil presiden, Jakarta, seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Rabu, 31 Desember 2014.
Pemerintah memang diketahui tengah menfinalisasi kebijakan baru mekanisme subsidi BBM. Aturan ini akan berdampak pada revisi harga BBM yang rencananya mulai diterapkan pada 1 Januari 2015.
" Pokoknya masyarakat beli BBM akan dengan harga baru di 1 Januari, pokoknya nanti liat dulu," ucap Sofyan di suatu kesempatan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga memastikan kebijakan BBM baru akan diumumkan dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai kebijakan baru subsidi BBM yang akan dibuat pemerintah.
Pemerintah masih menyimpan rapat apakah akan ada kenaikan harga BBM atau justru turun mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Publik juga menunggu jenis BBM bersubsidi yang akan mengalami perubahan harga di awal tahun depan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri pernah menyarankan kepada pemerintah untuk menghapuskan jenis BBM premiium.
Sebagai pembeli terbesar RON88 di dunia, Indonesia dianggap tidak memiliki kuasa atas penetapan harga transaksi minyak bursa Singapura (MOPS) untuk Mogas92 alias acuan harga bensin RON88.
Sebagai gantinya, komite bentukan pemerintah baru Joko Widodo ini mengusulkan agar Indonesia hanya menggunakan BBM beroktak 92 atau pertamax. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya