6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tony Fernandes, CEO Air Asia (businessinsider.com)
Dream - Lebih dari satu dekade AirAsia menjelma menjadi maskapai penerbangan murah ternama dunia. Tanya saja pada pengelana yang ingin berkeliling dunia dengan biaya murah, pasti nama AirAsia disebutnya.
Menyebut nama AirAsia, publik tak bisa lepas dari sosok Tony Fernandes. Entrepreneur Malaysia ini adalah otak dari perusahaan yang mulai mengangkasa mulai 2001.
Selalu berbalut celana jeans dan topi merah bertuliskan AirAsia, miliarder dunia Rochard Branson mendaulatnya sebagai sebuah jawaban bagi perkembangan industri penerbangan Malaysia.
Richard Branson, pemilik Virgin Galactic ini memang bukan orang baru bagi Fernandes. Pria ini adalah majikannya kala Fernandes bekerja di Virgin Communication London. Namun pada 1989, Fernandes memutuskan bergabung dengan Warner Music International.
Berbarengan dengan jejak Branson yang mendominasi British Airways pada 1980, Fernandes tergiring untuk mengalahkan penguasa kala itu, Malaysia Airlines.
Entrepreneur jebolan Epsom College di Surrey dan London Scholl of Economics ini yakin dengan pilihannya memulai bisnis penerbangan.
Munculnya insiden AirAsia QZ8501 yang hilang membawa Shranjit Leyl, jurnalis BBC Asia Business Report Singapura, kepada pengalamannya kala pertemuan pertama kalinya dengan Fernandes pada 2011.
Mengutip laman BBC, Senin, 29 Desember 2014, Sharanjit mengatakan kerajaan bisnis penerbangan Fernandes kala itu hanya bermodal dua pesawat.
Setelah 14 tahun mengangkasa, kini Air Asia telah mengoperasikan 80 pesawat dengan brand sendiri. Tak kurang 100 rute penerbangan dijelajahi pesawatnya.
Ketika mengudara pertama kalinya dari Singapura, AirAsia memasang iklan dengan target penumpang Singapora Airlines. " There's a New girl in town," begitu tagline iklan yang dibuat AirAsia.
Iklan tak lazim ini memampang para pramugari dengan seragam warna merah dan terlihat tengah bersenang-senang.
Sharanjit beruntung bisa kembali mewawancarinya Fernandes pada 2007. Kali ini markas di Kuala Lumpur menjadi tempat pertemuannya.
Pembicaraan kali ini berkisar seputar rencana ekspansi perusahaan. Namun lagi-lagi jurnalis BBC ini tertegun dengan kondisi Fernandes yang hidup seperti layaknya masyarakat kelas menengah. Anak-anaknya tampak tengah menyaksikan televisi.
Seiring waktu, bisnis AirAsia terus berkembang. Tak pelak, kekayaan Fernandes ikut terkerek. Kini pria yang pernah bertaruh dengan Richard Branson ini menjadi salah satu orang terkaya di Malaysia.
Mengutip laman theaustralian.com.au, Forbes menempatkan Tony Fernandes sebagai orang terkaya ke-28 di Malaysia. Hartanya ditaksir mencapai US$ 650 juta pada Februari lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
