Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tutup 2014, Indeks Syariah Bergerak Melesat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 30 Desember 2014 16:33
Tutup 2014, Indeks Syariah Bergerak Melesat
Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan tertinggi keempat dunia dengan kenaikan 21,5 persen sepanjang 2014. IHSG mengakhiri masa perdagangan 2014 di level 5.226,94.

Dream - Bursa saham Indonesia melesat tinggi di penutupan perdagangan tahun 2014. Aksi beli jelang penutupan perdagangan membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat ke atas level 5.200.

Meroketnya IHSG ini bertolakbelakang dengan sejumlah indeks saham acuan di kawasan Asia yang diselimuti pelemahan.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 30 Desember 2014, IHSG menguat 48,574 poin (0,94%) ke level 5.226,94.

Pasar modal Indonesia yang mengawali perdagangan di zona merah tiba-tiba meroket jelang penutupan perdagangan. Harapan adanya kebijakan baru Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat pelaku pasar melakukan aksi spekulasi.

IHSG yang dibuka di zona merah 5.177,94, akhirnya menyentuh posisi tertingginya di sesi penutupan di level 5.226,94. Pencapaian ini harus ditempuh dengan upaya keras karena IHSG sempat terperosok ke level terendah 5.175,64.

Aksi beli investor membuat 202 emiten mengakhiri perdagangan 2014 di zona hijau. Sial bagi 154 emiten lainnya harus meringkuk di zona merah dan 80 lainnya stagnan.

Jelang tutup tahun ini, transaksi bursa saham Indonesia begitu ramai. Tercatat lebih dari 99,84 juta saham telah berpindah tangan. Alhasil, lantai bursa dipenuhi dana hingga Rp 8,93 triliun.

Investor asing yang dua pekan terakhir membuang portofolionya justru berbalik melakukan aksi beli. Nett buy asing tercatat mencapai Rp 2,49 triliun.

Keceriaan terlihat dari berbagai indeks sektor saham. Emiten di bisnis perdagangan mencatat kenaikan tertinggi hingga 2,32 persen, diikui pertanian 1,99 persen, dan industri aneka 1,62 persen.

Munculnya sentimen positif serta aksi spekulasi pasar juga menggiring dua indeks saham syariah melaju ke zona hijau.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan akhir 2014 di level 168,63 atau nak 1,656 poin (0,99%). Sama dengan IHSG, indeks saham acuan syariah di BEI ini juga mengawali perdagangan dengan melemah ke level 166,96.

Dari sekitar 300 emiten syariah, sebanyak 117 emiten mengakhiri 2014 dengan bertengger di zona hijau. Malang bagi 94 emiten ISSI harus tertinggal di zona merah dan 448 lainnya memilih diam di tempat.

Emiten-emiten syariah juga menjadi perburuan para pelaku pasar di BEI. Sebanyak 66,77 miliar saam syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan melibatkan Rp 6,08 triliun.

Penutupan 2014 di teritori positif juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini menguat 5,195 poin (0,76%) ke level 691,03.

Sayang, tak semua emiten unggulan syariah bisa mengakhiri tahun 2014 dengan mulai. Hanya 14 emiten bluechip syariah yang menutup perdagangan di zona hijau. Selebihnya, sebanyak 10 emiten bergerak melemah dan 6 lainnya stagnan.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia justru dipenuhi pelemahan. Indeks Hang Seng dan Nikkei bahkan terpangkas hingga 1,14 persen dan 1,57 persen.

Koreksi juga dialami indeks Kospi yang turun 0,64 persen, Shanghai Composite 0,07 persen, dan Strait Times Singapura 0,10 persen.

Di tengah geliat bursa saham Indonesia, kabar kurang baik hadir dari pasar keuangan. Kurs rupiah sore ini kembali melemah 24 poin (0,19%) menjadi 12.459 per dolar AS.

Beri Komentar