Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa
Dream - Jelang sehari penutupan perdagangan di tahun 2014, indeks saham Indonesa terus mengejar ketertinggalannya. Bursa saham Indonesia kali ini kembali ditutup menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Desember 2014 menguat 11,390 poin (0,22%) ke level 5.178,37.
Penutupan transaksi perdagangan ini membawa 156 emiten melaju ke zona hijau. Sayang, masih ada 139 emiten yang merosot masuk teritori negatif dan 100 lainnya melaju stagnan.
Di awal pekan ini transaksi perdagangan terbilang sepi. Pelaku pasar hanya memperdagangkan 74,62 juta saham dengan transaksi bernilai Rp 4,44 triliun.
Meski sudah akan memasuki akhir tahun, investor asing tampaknya masih ogah membeli portofolionya di pasar modal Indonesia. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 86,25 miliar, jauh lebih rendah dari penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 2,79 triliun.
Tak seluruh indeks sektor saham mengakhir perdagangan di zona hijau. Indeks sektor pertambangan mencatat pelemahan tertinggi 0,36 persen, diikuti infrastruktur 0,26 persen, dan keuangan 0,04 persen.
Sebaliknya, emiten komoditas pertanian justru bergerak menguat dengan kenaikan 1,89 persen. Indeks sektoral lainnya adalah properti 1,40 persen, barang konsumsi 0,57 persen, dan industri aneka 0,44 persen.
Melajunya IHSG membuat indeks saham syariah tak ingin ketinggalan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,655 poin (0,39%) ke level 166,98.
ISSI terlihat nyaman bergerak di zona hijau dengan mencetak level terendah di 166,44. ISSI sempat menyentuh posisi tertinggi di 167,025.
Di awal pekan ini, 110 emiten syariah tetap bertahan di zona hijau dan 71 lainnya melemah.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 32,52 miliar saham senilai Rp 3,07 triliun.
Laju positif juga dicetak saham-saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII ditutup menguat 2,730 poin (0,40%) ke 685,84.
Emiten syariah yang beranjak ke zona hijau sebanyak 16 saham sementara 8 lainnya melemah. Sebanyak 6 emiten melaju stagnan.
Laju positif sebagian besar indeks saham acuan di pasar modal domestik berjalan ditengah gerak indeks saham regional yang bergerak variatif. Di tengah indeks Hang Seng yang menguat 1,82 persen, indeks Nikkei Jepang justru melemah 0,50 persen.
Kurs rupiah juga terbilang belum mampu beranjak dari level 12.400 per dolar AS. Rupiah sore ini melemah 22 poin (0,18%) menjadi 12.431 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya