Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak positif di awal perdagangan 2015. Sejumlah sentimen domestik, khususnya kebijakan baru Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, memicu aksi beli pelaku pasar.
Derasnya sentimen positif dari dalam negeri harus bersaing dengan kondisi bursa saham regional yang bergerak variatif.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 2 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 6,8 poin (0,13%) ke level 5.233,79.
Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.
Penguatan IHSG terus berlanjut di sesi pembukaan meski dengan kenaikan sedikit terbatas. Pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG naik tipis 6,03 poin ke level 5.232,96.
Sebanyak 69 emiten mengawali sesi perdagangan 2015 di zona hijau. Sayang, 38 emiten lainnya bergerak di zona merah dan 43 saham lainnya memilih stagnan.
Di awal sesi perdagangan, pelaku pasar telah mentransaksikan tak kurang dari 166,86 juta saham. Dari aksi jual beli ini, pasar modal Indonesia sudah dipenuhi dana hingga Rp 207,98 miliar.
Aksi beli bersih asing sekitar Rp 33 miliar.
Kecuali sektor saham perdagangan yang turun 0,23 persen, sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat. Emiten aneka industri menguat naik 0,54 persen, diikuti saham perkebunan 0,72 persen dan barang konsumsi 0,70 persen.
Menguatnya IHSG menjadi kabar baik bagi dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini mengawali perdagangan dengan menguat ke level 169,06. Hingga 25 menit waktu perdagangan, ISSI telah terkerek 0,436 poin (0,26%) ke level 169,07.
Sebanyak 66 emiten mengawali perdagangan di zona hijau sedangkan 46 lainnya masih meringkuk di teritori negatif. Sisanya, 40 emiten bergerak stagnan dan 169 lainnya sama sekali belum tersentuh pelaku pasar.
Di awal tahun ini, pelaku pasar sudah mentransaksikan tak kurang dan 10,41 miliar saham syariah. Aksi jual beli ini membuat lantai bursa dibanjir dana Rp 738,75 miliar.
Penguatan juga dialami emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat ke level 693,36.
Hingga perdagangan pukul 09.25 WIB, JII masih terus melaju di zona hijau usai menguat 2,394 poin (0,35%) ke level 693,43.
Penghuni JII saat ini didominasi penguatan harga saham dari 17 emiten. Sayangnya, 6 emiten lainnya masih melemah dan 7 lainnya diam di tempat.
Dari kawasan regional, seluruh indeks saham utama di Asia memulai perdagangan 2015 di zona hijau. Indeks Hang Seng dan Strait Times saat ini tercatat menguat 0,38 persen dan 0,05 persen.
Indeks Nikkei Jeepang yang dibuka menguat, kini justru bergerak flat di kisaran 17.450,80.
Dari pasar keuangan, laju rupiah kembali mengalami tekanan di awal tahun ini. Rupiah tercatat melemah 93 poin (0,75%) menjadi 12.480 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya