6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Ekonomi yang bertumbuh pesat, menyebabkan bisnis penerbangan di kawasan Asia tengah mengalami booming.
Mulai dari pesawat kelas bisnis hingga bertarif murah tumbuh pesat di kawasan ini. Sebut nama daerah atau negara yang ingin dituju, berbagai pilihan siap menanti calon penumpang pesawat.
Di tengah lonjakan bisnis penerbangan, terselip risiko besar yang dihadapi. Pekerjaan rumah besar bagi para pengelola maskapai. Mengutip laman news.com.au, berikut adalah fakta-fakta tentang booming industri penerbangan Asia:
1. Seiring ekonomi yang berkembang di kawasan Asia Tenggara, semakin banyak masyarakat mengalami peningkatan kemampuan finansial. Hal ini membuat selera untuk bepergian menggunakan pesawat semakin tinggi.
Di sinilah tugas berat maskapai menanti. Perusahaan penerbangan harus bertarung untuk memastikan pelatihan dan standar keselamatan diterapkan dengan benar seiring meningkatnya permintaan
2. Pengamat penerbangan dari Sydney, Brendan Sobie melaporkan, negara-negara di kawasan Asia Tenggara saat ini memiliki 1.600 pesawat.
Sobie mengatakan Asia Tenggara merupakan satu-satunya kawasan yang memesan pesawat dalam jumlah besar. Hal ini menandakan pertumbuhan yang terus meningkat.
3. Mengutip data International Air Transport Association, arus lalu lintas penumpang pesawat di kawasan Asia Pasific mengambil porsi 31 persen dari total dunia.
Dalam dua dekade ke depan, jumlah ini akan meroket hingga 42 persen. Diperkirakan akan ada tambahan penumpang 1,8 miliar orang per tahun dari pangsa pasar sebesar 2,9 miliar.
4. Mantan Eksekutif Delta Air Lines, David Grennberg mengungkapkan, seretnya pasokan pilot terlatih membuat maskapai banyak mencari tenaga dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Eropa.
Boeing memproyeksikan kebutuhan pilot di Asia Pasifik dalam 20 tahun mendatang bakal mencapai 216 ribu pilot baru. Angka ini merupakan yang terbanyak di antara belahan dunia lain.
5. Persoalan gaji bagi pilot dan teknisi di kawasan Asia Tenggara masih menjadi masalah besar. COE dari Mil-Com Aerospace Group, Lim Chee Meng mengatakan para pekerja ahli di bisnis penerbangan di kawasan ini tak mengalami kenaikan gaji signifikan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
