Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Pelaku pasar tampaknya mulai bereaksi dengan munculnya sentimen negatif data ekonomi Indonesia di awal tahun. Aksi ambil untung untuk menyelamatkan portofolio akhirnya menumbangkan indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 5 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22,77 poin (0,43%) ke level 5.219,99. Sepanjang perdagangan saham, IHSG tak berkutit di zona merah.
Defisit neraca perdagangan Indonesia pada November lalu sudah cukup membuat pelaku pasar khawatir. Alhasil, hingga sesi pasca penutupan sebanyak 192 emiten menukik ke zona merah dan 94 lainnya stagnan.
Beruntung masih ada 113 emiten yang melaju positif dan menahan terjadinya koreksi lebih dalam.
Di awal pekan ini, pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 63,2 miliar saham. Aksi jual beli ini membuat bursa dipenuhi perputaran dana hingga Rp 5,2 triliun.
Pemodal asing yang menggelar aksi beli di awal perdagangan kini berbalik melepas portofolionya. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 200 miliar.
Beratnya sentimen negatif yang berhembus di lantai bursa juga menyeret indeks saham syariah ke zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 1,139 poin (0,67%) ke level 168,09. Pelemahan didorong turunnya harga saham dari 121 emiten syariah. Sisanya, 66 emiten ISSI bergerak menguat dan 50 lainnya stagnan.
Pelaku pasar tercatat mentransaksikan tak kurang dari 34,04 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 3,88 triliun.
Sepanjang perdagangan, ISSI sama sekali tak mampu beranjak ke zona hijau. Level tertinggi ISSI hanya mampu mencetak angka 168,88, lebih rendah dari penutupan akhir pekan lalu di level 169.23. ISSI justru tergelincir ke posisi terendah di 167,71.
Koreksi lebih dalam dialami indeks emiten bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 5,386 poin (0,77%) ke level 689,08.
Posisi 21 emiten unggulan syariah yang bergerak melemah tak berubah hingga sesi penutupan. Beruntung masih ada 7 emiten bluechips syariah yang menguat dan 2 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham bluechips syariah awal pekan ini mencapai 6,94 miliar saham dengan nilai Rp 1,86 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya