Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kinerja perbankan syariah sukses mengungguli bank konvensional. Pertumbuhan ini terlihat dari perbandingan bank syariah dengan bank konvensional dari sisi aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan.
Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Toni E. B. Subari, melaporkan aset perbankan syariah hingga Juli 2020 aset perbankan syariah tumbuh 9,88 persen (yoy), pembiayaan 10,23 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) 8,78 persen.
Pencapaian bank syariah itu lebih baik dari perbankan konvensional yang mencatat pertumbuhan aset 5,37 persen, kredit 1,04 persen, dan DPK 8,44 persen.
" Ini artinya perbankan syariah semakin diminati masyarakat. Masyarakat semakin percaya kepada bank syariah," kata Toni dalam webinar " Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah: Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional" , Jumat 25 September 2020.
Namun diakui Toni, kinerja perbankan syariah di indikator lain masih harus menjadi perhatian pelaku keuangan halal.
ASBISINDO mencatat angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross perbankan syariah 3,50 persen. Angka ini lebih tinggi daripada NPL perbankan konvensional yang sebesar 3,33 persen dan nasional 3,1 persen.
" Namun, angkanya masih berada di bawah 5 persen. Ini masih di posisi aman," kata dia.
Selain pertumbuhan, Toni mencatat ada tantangan yang dihadapi perbankan syariah. Misalnya, jumlah jaringan bank konvensional yang lebih banyak daripada syariah. Tercatat jumlah jaringan konvensional ada 28.775, sedangkan syariah ada 2.333 jaringan.
" Satu cabang konvensional melayani 9.297 nasabah, sedangkan 1 cabang syariah melayani 115.780. Alhamdulillah ada solusi di bagian perkembangan digital," kata dia.
Tantangan berikutnya adalah indeks literasi dan Inklusi masyarakat. Toni menyebut indeks inkusi perbankan konvensional sebesar 67,82 persen dan literasi 29,66 persen.
" Di syariah, angka literasi masyarakat sebesar 8,11 persen dan inklusi 11,06 persen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya