Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kisah kesuksesan CEO ByteDance, Zhang Yimin, memang harus diacungi jempol. Jerih payahnya kini membuahkan hasil berkat kesuksesan TikTok.
Zhang Yimin lahir di Kota Longyan, China bagian selatan. Dia merupakan satu-satunya putra pegawai negeri di kampung halamannya. Memasuki jenjang perkuliahan, ia memilih jurusan pemograman di Universitas Nankai Tianjin. Semasa kuliah, ia sempat membangun forum online universitas dan beberapa kali memperbaiki komputer teman sekelasnya.
Setelah lulus, ia sempat bergabung dengan Microsoft sebagai pekerja magang. Namun dalam wawancaranya dengan salah satu media China, ia mengaku pekerjaannya sangat membosankan sehingga sering bekerja setengah hari dan menggunakan sisa harinya untuk membaca buku.
Setelah Microsoft, ia kemudian mengembangkan beberapa usaha, salah satunya portal pencarian real estate. Pada 2012, inovasi kreatifnya muncul, ia menciptakan aplikasi bernama ByteDance, sebuah aplikasi berisi meme lucu. Namun karena sering melanggar kebijakan sensor, harus ditutup.
Lewat ByteDance, ia beralih ke agregator berita dan berhasil mencetak lebih dari 1 miliar pengguna global. Aplikasi tersebut yakni TikTok, merupakan platform media sosial berbagi video pendek. Ia juga membuat aplikasi kembarannya yang hanya beroperasi khusus di dalam negeri yakni Douyin.
Di tengah kesuksesan TikTok setelah isu penjualannya ke salah satu perusahaan di Amerika Serikat, muncul isu perang dagang antara AS-China. Hal ini memperburuk posisi TikTok.
" Tekanan pada harga saham teknologi China membuat penjualan sebesar US$250 miliar sulit dijual," kata Kirk Boodry, pendiri perusahaan riset investasi Redex Holdings.
Menurut situs berita Bloomberg, ByteDance besutan Zhang Yimin dikabarkan sudah diperdagangkan dengan harga US$250 miliar atau sekitar Rp3.650 triliun melalui transaksi tertutup.
Zhang mengendalikan seperempat dari saham perusahaan yang ditaksir memiliki nilai kekeyaan mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp876 triliun.
Dengan penaksiran kekayaan Zhang, ia bisa saja bersaing dengan sejumlah nama besar di urutan ke tiga orang terkaya di China. Seperti konglomerat produsen air minum kemasan, Zhong Shansha; bos Tencent, Pony Ma; dan pendiri Alibaba, Jack Ma.
Tak hanya di China, nama Zhang juga bisa bersanding dengan dua keluarga terkaya di dunia yakni Walton dan Koch.
Terbaru, beberapa investor ByteDance kabarnya menawarkan harga USD350 miliar atau lebih dari Rp5.1000 triliun. Sedangkan Sout China Morning Post (SCMP) menyebut, nilai perusahaan itu bisa mencapai US$400 miliar atau sekitar 5.800 triliun.
Dengan proyeksi yang ia hasilkan, Zhang berpotensi melipat gandakan kekeyaananya lebih banyak dari yang ia miliki hari ini.
Hingga berita ini ditulis, Zhang berada di peringkat 29 sebagai orang paling kaya di dunia versi Bloomberg Billionaire Index dengan kekeyaaan USD44,5 miliar atau mendekati Rp650 miliar.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya