Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ada Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Untuk Berasuransi.(Foto: Shutterstock)
Dream – Harus diakui hingga hari ini masih banyak keluhan masyarakat terkait polis asuransi yang mereka miliki. Keluhan seperti investasi yang kecil dan sulit dicairkan atau nilai manfaat yang sulit diperoleh pasti pernah sekali dua kali kita dengar.
Selama ini masih banyak nasabah asuransi yang memang tergiur dengan keunntungan yang akan mereka peroleh jika menjadi pemegang polis produk tertentu. Mereka lupa ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipelajari dan dipahami sebelum menyatakan persetujuan menjadi pemegang polis
Kesadaran membaca masyarakat Indonesia diakui masih terbilang cukup rendah. Padahal sebuah bukti kontrak tertulis seperti polis asuransi sangat penting untuk dibaca dan dipahami. Selain sebagai bukti, kontrak ini juga berisi segala hak dan kewajiban masing-masing pihak tersebut.
Apalagi, saat ini, kebutuhan asuransi di tengah pandemi cenderung meningkat. Untuk itu, ada hal-hal yang perlu dilakukan oleh nasabah pemula sebelum melaukan asuransi. Nah agar kamu tak merasa terpeleset saat menjadi pemegang polis asuransi tertentu, Deputi Direktur Pembelaan Hukum Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabar Wahyono, membagikan tips berasuransi bagi pemula.
Hal pertama yang harus diketahui pemegang polis adalah memahami produk. Saat datang penawaran produk, konsumen wajib memastikan agen asuransi menjelaskan produk secara detail atau komprehensif termasuk manfaat, biaya, risiko dan keuntungan. Ini diperlukn agar kamu terhindar dari risiko kerugian dan sejenisnya.
Kedua, teliti. Menjadi konsumen yang teliti dan bijak. Jangan mau menandatangani formulir pengajuan asuransi dalam keadaan kosong, untuk menghindari agen yang nakal.
Ketiga, perhatikan penerbit. Perhatikan perusahaan apa yang menjadi penerbit produk, apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.
Keempat, membaca polis. Membaca polis merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, dan bertanya apabila terdapat informasi yang tidak di mengerti, untuk menghindari mis-seiling yang mana menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi.

Kelima memahami jangka waktu. Perhatikan bahwa produk asuransi memiliki jangka waktu yang cenderung untuk jangka panjang dan memahami nilai investasi akan mengalami perubahan naik dan turun.
Keenam, ada alat bukti. Pastikan untuk memiliki bukti rekaman pada saat pemasaran dan penjualan produk/layanan.
Bagi kamu yang masih ingin mengetahui informasi seputar legalitas perusahaan jasa keuangan beserta produknya dapat menghubungi Kontak OJK di 157.
Reporter: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan