Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @aamirqutub
Dream - Siapa sangka pria yang dulunya merupakan cleaning service di bandara, kini mempunyai perusahaan IT bernilai jutaan dolar. Ialah Aamir Qutub, pria berusia 33 tahun yang dibesarkan di sebuah kota kecil di India.
Dia meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Aligarh Muslim University di India. Saat kuliah, Aamir merupakan sosok yang aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial.
Salah satunya dengan mendirikan AMULive, Jaringan Sosial Universitas pertama di India, yang mencapai 5000 anggota dalam waktu 15 hari sejak peluncurannya.
Dia kemudian pindah ke Australia sepuluh tahun lalu untuk menempuh gelar Master of Business Administration di Deakin University, Geelong, dan mendapat beasiswa untuk trimester pertama.
Saat menempuh pendidikan S2, Aamir tak ingin membebani sang ayah yang telah membiayai kuliahnya.
Sehingga Aamir pun mencari pekerjaan untuk pendapatan tambahan dan ia bercita-cita membangun kerajaan bisnisnya sendiri.
Aamir pernah mengirim lamaran kerja ke 170 perusahaan, namun tak ada satupun yang memanggilnya untuk lanjut ke tahap interview.
Sampai pada akhirnya, dia mendapat pekerjaan sebagai petugas kebersihan di sebuah bandara di Geelong. Di sana ia bekerja secara shift, yakni dari jam 6 pagi hingga 6 sore selama 4 kali dalam seminggu.
Setelah tiga bulan bekerja sebagai cleaning service, Aamir memutuskan untuk resign lantaran jam kerjanya yang terlalu padat untuk seorang mahasiswa sepertinya.
Setelah itu, Aamir pun menemukan pekerjaan lain, yakni menjadi pengantar koran. Ia mengantar koran pada pukul 3 hingga 8 pagi sehingga memberinya cukup waktu untuk fokus pada studinya.
Meskipun masih menjadi seorang mahasiswa, Aamir selalu semangat mencari peluang dan pengalaman baru.
Disebutkan, Aamir pernah magang di sebuah perusahaan IT, di mana ia menyiapkan laporan model bisnis lengkap untuk perusahaan tersebut.
Lalu ia melanjutkan magang di perusahaan IT lainnya, ICT Geelong, dan diposisikan sebagai manajer operasi yang bekerja langsung di bawah manajer umum, dengan gaji AU$ 5 ribu.
Terkesan melihat kinerja yang dimiliki Aamir, dewan perusahaan pun memutuskan mengangkatnya sebagai General Manager interim (sementara).
Ketika menginjak usianya ke 25, Aamir telah meraih gelar MBA dan sudah diangkat menjadi General Manager permanen.
Ia dilaporkan menjadi GM termuda di perusahaan tersebut. Berkatnya, dalam setahun pendapatan perusahaan tersebut bisa meningkat hingga 300 persen.
Pada tahun 2014, saat masih bekerja di ICT Geelong, Aamir mulai merintis bisnisnya yang diberi nama Enterprise Monkey Proprietor Ltd. Ia menginvestasikan sebesar AU$4 ribu dari tabungannya.
Enterprise Monkey adalah perusahaan pengembangan web dan aplikasi yang berbasis di Melbourne dan Geelong.
Kini Aamir fokus untuk mengembangkan bisnisnya, bahkan dilaporkan perusahaannya itu memenangkan penghargaan Australian Young Business Leader of the Year.
Bisnisnya dilaporkan mencapai omzet AU$2 juta (sekitar Rp20,45 miliar) hanya dalam waktu lima tahun sejak diluncurkan.
Sumber: Indiatimes.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya