Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Foto: Forbes.com
Dream - Siapa yang bisa menduga jika seorang pria yang awalnya hanya seorang tukang cuci piring bisa menjelma menjadi seorang miliarder dunia. Dialah Shahid Khan. Pria keturunan Paskitan ini pernah menjadi sorotan dunia karena membeli stadion Wembley pada tahun 2018.
Stadion terbesar di Inggris tersebut dibanderol seharga 600 juta pound sterling atau setara Rp 8,9 triliun pada saat itu.
Meskipun keturunan Pakistan, Shahid Khan bukan keturunan bandar minyak atau saudagar makmur. Dia berasal dari keluarganya imigran yang memutuskan mengadu nasib di Amerika Serikat (AS) saat Shahid masih berusia 16 tahun.
Shad Khan, panggilan akrabnya, bekerja sebagai tukang cuci piring ketika remaja. Lingkungan AS yang berbeda dengan Pakistan tidak membuatnya patah semangat. Ia malah berusaha membaurkan dirinya dengan kehidupan negeri Paman Sam ini.
Menurut Jacksonville, saat kuliah, ia masuk ke kelompok Beta Theta Phi di Universitas Illinois. Keputusan yang mengejutkan mengingat kelompok mahasiswa tersebut secara tradisional selalu diisi mahasiswa kulit putih. Ternyata, Khan menjadi anggota yang populer dan di sana ia belajar mengenai pasar saham.
Dalam dunia karier, ia memulai dari bisnis bumper truk, Flex-N-Gate. Yang membangun perusahaan tersebut bukan dia, tetapi dibeli oleh Shad pada 1980. Sekarang, perusahaan bumper truk itu memiliki 62 pabrik dan 24 ribu pegawai di seluruh dunia.
Menurut Forbes, kekayaan Shad Khan mencapai US$10,7 miliar atau sekitar Rp165 triliun. Dia juga pemilik dari klub sepak bola Fulham dan NFL Jacksonville Jaguar.
Tak berpuas sampai di situ, ia merambah ke bisnis olahraga. Awalnya, ia berniat memiliki tim NFL pada tahun 2020. Kesepakatan untuk mengakuisisi 60 persen St Louis Rams sempat dibuat.
Namun, pemegang saham minoritas Stan Kroenke membatalkan perjanjian tersebut karena terbentur oleh klausul. Shahid pun tak menyerah, kemudian ia membeli Jacksonville Jaguar, salah satu tim American Football pada tahun 2011.
Dua tahun setelahnya, ia membeli klub sepak bola Fulham yang berbasis di Inggris. Kemudian, Shahid Khan membeli Flex-N-Gate pada tahun 1980.
Dalam waktu sembilan tahun menjadikan perusahaan itu sebagai satu-satunya pemasok suku cadang Toyota di AS.
Diketahui, Shahid Khan juga memiliki kapal pesiar bernama Kismet, yang memiliki arti takdir dalam bahasa Turki.
Kismet adalah kapal pesiar milik Khan dan dirancang dalam skala besar untuk menghibur dan keinginan untuk meningkatkan efek dramatis.
Diluncurkan pada tahun 2014, Kismet 95m adalah kapal pesiar yang luas. Kapal ini dirancang untuk mengesankan klien dan bisa menampung hingga 270 orang saat pesta.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya