Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @zul.hasan
Dream - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, resmi diangkat sebagai anggota Kabinet Indonesia Maju. Dalam reshuffle yang diumumkan Presiden Jokowi, mantan ketua MPR RI ini menduduki posisi sebagai menteri perdagangan yang sebelumnya ditempati Muhammad Lutfi.
Masuknya Zulkifli Hasan mengubah porsi tokoh politik di jajaran kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya porsi kalangan profesional banyak menempati sejumlah posisi menteri di periode kedua Presiden Joko Widodo.
Mengutip laman situs dpr.go.id, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, lahir di Lampung Selatan pada 17 Mei 1962 atau kini sudah berusia 59 tahun.
Zulkifli menempuh pendidikan sejak SD hingga SMP di Lampung. Setelah menamatkan pendidikan SD, Zulkifli yang baru berusia 13 tahun bersama sang ayah merantau ke Tanjungkarang dari tempat tinggal masa kecilnya di Desa Pisang, Penengahan, Lampung Selatan.
Zulkifli didaftarkan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) oleh ayahnya, walaupun hal tersebut bertolak belakang dengan keinginannya.
Setelah empat tahun mengenyam pendidikan agama yang setingkat dengan SMP, Zulkifli Hasan secara diam-diam meninggalkan kampung halamannya di Lampung dan merantau ke Jakarta untuk bersekolah di SMA Negeri 53 Jakarta.
Dalam novel berjudul 'Rantau' yang ditulis oleh kedua putrinya, Zulkifli merantau ke Jakarta bermodalkan emas dari sang ibunda.
Setelah ia lulus SMA tahun 1982, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta dan membiayai kuliahnya secara mandiri.
Setelah lulus jenjang S1, ia kemudian bekerja pada beberapa lembaga. Beberapa tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta dan lulus pada 2003.
Sebelum berkarir di dunia politik, Zulhas aktif di organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah. Hal itu kemudian membuat dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional atau PAN yang didirikan oleh Amien Rais pada awal reformasi.
Doa dari seorang ibu memang tidak pernah meleset. Kini Zulhas si anak rantau membuktikan dirinya bisa menaklukan Jakarta. Hingga bisa menjadi pengusaha sukses, menteri, ketua MPR RI, dan ketua umum partai politik yang patut diperhitungkan. (Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya