Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Belum lama ini, Elon Musk mengungkapkan akan melakukan PHK massal karyawan Tesla secara global. Kini sudah ada korbannya, yaitu Country Manager Tesla di Singapura.
Christopher Bousigues yang baru menjabat posisi itu sekitar setahun, mengabarkan melalui LinkedIn bahwa dia telah 'tereliminasi'. Namun, dia tak mengatakan secara spesifik alasannya.
Menurut Fox Business, sejak bergabung dengan Tesla pada Juni 2021, Christopher dan timnya telah membangun bisnis Tesla dari nol, dan membuat sedan Model 3 cukup laris di sana.
Christopher juga mendirikan dua showroom dan satu pusat servis, serta beberapa jaringan supercharger di Singapura.
" Ketika hal seperti ini terjadi, Anda bertanya-tanya apa tindakan terbaik, apa tetap diam tentang itu. Namun itu bukan saya. Transparansi dan kejujuran penting bagi saya sehingga membagikan kabar ini adalah hal yang tepat. Saya yakin ketika satu pintu tertutup, gerbang lain akan terbuka," tulisnya di LinkedIn.
Christopher sebelum pindah ke Tesla memiliki jabatan mentereng sebagai bos raksasa software SAP di Prancis. Ia pun heran mengapa dirinya dipecat, karena ia merasa sudah berprestasi sebagai bos Tesla di Singapura.
Christopher juga telah memboyong keluarganya ke Singapura saat bekerja di Tesla. Kini setelah kena PHK, ia berencana akan kembali ke Eropa.
Sebelummya, Elon Musk telah memperingatkan tentang pemutusan hubungan kerja dalam email kepada karyawannya. Elon Musk mengatakan jika dirinya punya firasat buruk tentang kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, Tesla perlu memangkas sekitar 10 persen karyawan di perusahaan produsen mobil listrik yang berbasis di Texas ini.
Diketahui Tesla mempekerjakan hampir 100.000 karyawan pada akhir 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya