Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Demonstrasi Di Lebanon (Shutterstock.com)
Dream - Krisis ekonomi yang menghantui dunia rupanya sudah terjadi di Lebanon. Pada Selasa lalu, masyarakat melakukan aksi demonstrasi di bank luar ibu kota Beirut agar diizinkan mengambil uang mereka.
Salah seorang duta besar Lebanon, George Siam, menjadi salah seorang yang ikut aksi duduk di luar bank itu. Pria yang pernah bertugas di Qatar, Turki, Brasil, dan Uni Emirat Arab, itu menuntut agar diizinkan menarik uang dari rekeningnya.
Istri George, Golda Siam, mengatakan bahwa suaminya tidak bersenjata dan hanya melakukan aksi damai. " Itu uang kami dan kami tidak perlu mengemis untuk itu," kata Golda dikutip dari CNN.
Pada bulan September, Sali Hafiz, seorang wanita Lebanon, menjadi berita utama media setempat ketika mendatangi sebuah bank dengan pistol mainan. Golda mendukung Hafiz dan mentweet, " Kami membutuhkan lebih dari itu. Wanita itu adalah pahlawan."
Dua pria lain juga menodong petugas bank di Lembah Beqaa dan Tyrus pada hari Selasa, mereka menuntut agar tabungan mereka dikembalikan. Kedua pria itu membawa senjata dan menyandera petugas bank.
Pada hari Selasa pula, dalam insiden lain, bank ke empat di Tripoli diserbu oleh karyawan perusahaan listrik yang tidak puas. Sesuai dengan Depositors Outcry Association, sebuah kelompok advokasi, mereka memprotes gaji yang terlambat serta pemotongan gaji.
Bulan lalu, setidaknya terjadi tujuh insiden di mana deposan marah menduduki bank. Setelah ini, bank kini telah mempekerjakan perusahaan keamanan swasta untuk menjaga cabang mereka.
Insiden-insiden ini melukiskan gambaran suram tentang kondisi kehidupan mengkhawatirkan yang dihadapi Lebanon di tengah krisis keuangan.
Banyak yang menuding korupsi dan salah urus negara yang menjadi biang kerok memburuknya krisis ekonomi Lebanon. Bahkan disebut sebagai yang terburuk di sepanjang sejarah mereka.
Sejak 2019, pound Lebanon telah kehilangan lebih dari 95 persen nilainya di pasar gelap. Pada saat yang sama, pengangguran dan kemiskinan melonjak. (wionews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam