Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instagram @elzattahijab
Dream - Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir tiga tahun telah mengubah kehidupan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu yang paling terasa adalah daya beli yang turun sehingga memaksa pebisnis menemukan strategi baru.
Industri retail fashion termasuk yang menghadapi cobaan tersebut seperti pernah dialami brand fashion, Elzatta, ketika mengalami penurunan penjualan di masa awal pandemi.

“ Awal pandemi di tahun 2020 terjadi penurunan yang drastis karena awal pandemi. Namun setelah melewati 2020 dan masuk ke 2021, perlahan terjadi perubahan baik,” jelas CEO Elcorps, Elidawati pada wawancara virtual Investasi dan Kolaborasi Strategis Elzatta Hijab, Selasa 22 Februari 2022.
Berbagai strategi ditempuh Elzatta untuk menghadapi masa penuh tekanan. Salah satunya dengan relokasi atau menutup beberapa toko yang dinilai berada di lokasi kurang strategis.

“ Tempat yang kurang bagus kami tutup, paling besar adalah toko-toko kami yang letaknya di mall. Sekarang toko kami totalnya jadi 129 dari sebelumnya kurang lebih mencapai 200 toko,” tambah Elidawati.
Namun keputusan merelokasi atau mengurangi jumlah toko ini membuat Elzatta kini memiliki toko yang berlokasi ditempat efektif dan ramai.
Sudah berkiprah selama satu dekade, Elzatta hijab melalui induk perusahaannya PT. Bersama Zatta Jaya (Elcorps) melakukan kerjasama investasi bersama PT. Lembur Sadaya Investama (LSI).
Investasi dan kolaborasi strategis ini diharapkan menjadi kekuatan baru untuk menyukseskan peak season Elzatta di Lebaran 2022 nanti. Sekaligus menggeliatkan kembali ekosistem industri fesyen muslim yang menjadi tonggak pemulihan ekonomi nasional, setelah sempat terdampak pandemi.
Dengan investasi baru ini, Elzatta akan memperkuat dan melengkapi lini produk yang selama ini ditunggu-tunggu customer. Tak hanya itu, Elzatta bahkan sudah mempertimbangkan untuk melaju lebih jauh dengan membawa perusahaan go public.
“ Tahun ini, kami bersama LSI Group akan mempersiapkan Initial Public Offering (IPO) yang tentunya akan menjadi tonggak sejarah bagi industri fesyen muslim di Indonesia. Industri fesyen merupakan industri yang memiliki ekosistem yang luas,” tambah Elidawati.
Selama pandemi Elzatta mengalami penurunan produksi karena kurangnya modal. Padahal kelengkapan produk dan koleksi tentu juga menjadi aspek penting bagi para customer.

“ Jadi insya Allah, investasi dan kolaborasi ini menjadi dampak yang akan menghidupkan industri hulu fesyen,” tambah Elida.
Elida berharap untuk terus memberikan produk terbaik yang berkualitas, terjangkau serta mudah diakses oleh para costumer.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya