Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Penggali makam menjadi salah satu profesi sangat penting dalam penanganan Covid-19. Terutama ketika terjadi lonjakan kasus seperti saat ini, penggali makam hampir tak bisa pulang.
Namun, lelah mereka terbayar sudah. Lima orang penggali makam TPU Delta Praloyo, Sidoarjo, akhirnya menerima bonus setelah menunggu 7 bulan lamanya.
Bonus dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah cair. Jumlahnya mencapai Rp1,25 miliar untuk 7 bulan.
" Rencananya bonus itu ditransfer ke rekening masing-masing pada hari Senin, total sebesar Rp1,25 miliar," ujar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.
Bonus tersebut, kata Muhdlor, akan dibagi ke satu tim penggali makam yang terdiri dari lima orang, masing-masing orang menerima Rp250 juta.
Bonus yang cair tersebut diberikan di luar gaji bulanan. Lima orang penggali makam tersebut setiap bulan menerima upah Rp2,5 juta dan rutin dibayarkan.
Nilai bonus tersebut terbilang fantastis. Meski demikian, Pemkab Sidoarjo menyadari tugas yang diemban serta risiko yang dihadapi para penggali makam cukup berat.
Para penggali makam itu bekerja tanpa henti memakamkan pasien Covid-19 setiap hari. Selain itu, laiknya tenaga kesehatan, para penggali makam tersebut juga sangat berisiko tertular Covid-19.
Dalam sehari, mereka menggali sekitar 20 lubang bahkan lebih. Selain itu, mereka juga membantu menurunkan jenazah ke dalam lubang makam lalu menguburnya, yang tentu sangat berisiko terinfeksi Covid-19, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Provinsi DKI Jakarta tengah sangat bersedih. Setiap hari, kasus kematian terus bertambah, membuat suasana menjadi semakin kelu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merasakan betul suasana tersebut. Kesedihan terasa ketika dia meninjau pemakaman di Taman Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 Rorotan, Jakarta Utara.
" Kami melihat sekitar tujuh ambulans berjejer mengantar jenazah, ada petugas yang menulis nama-nama saudara kita di kayu nisan, terdengar suara azan, tangisan dan wajah-wajah berbalut kesedihan," ujar Riza di akun Instagramnya, @arizapatria.
Riza mengaku suasana TPU Rorotan membawa pikirannya pada kesedihan keluarga yang ditinggalkan. Dia bisa merasakan kesedihan itu.
" Saya pernah kehilangan anggota keluarga juga, saya merasakan kesedihan yang Ibu Bapak rasakan," kata dia.
Dalam dua hari, kata Riza, sudah ada 803 warga DKI Jakarta yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Sedangkan data pemakaman Covid-19 Jakarta periode 1 Mei-3 Juli 2021 mengalami peningkatan 10 kali lipat dibandingkan awal Mei 2021.
" Duka mendalam kita semua. Semoga warga yang meninggal dunia mendapatkan tempat paling mulia di sisi Tuhan YME, dan para keluarga diberikan kesabaran," kata dia.
Riza pun menyampaikan terima kasih kepada para petugas pemakaman yang telah bekerja keras sejauh ini. " Mereka semua pahlawan kita, berkeringat deras siang dan malam karena meningkatnya jumlah pemakaman. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," kata dia.
Selanjutnya, Riza menyatakan Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan upaya 3T, juga fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan serta petugas lapangan. Termasuk pula meningkatkan tempat isolasi mandiri juga lahan pemakaman.
Meski begitu, dia mengingatkan sehebat apapun peningkatan tidak akan ada gunanya jika tidak ada peningkatan kedisiplinan masyarakat. Bahkan Corona bisa menghilangkan lebih banyak nyawa maupun pekerjaan.
" Untuk perusahaan non-esensial agar memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home 100 persen," kata dia.
Lebih lanjut, Riza kembali mengingatkan masyarakat ubntuk benar-benar di rumah. Menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan rutin berjemur, konsumsi makanan bergizi, minum air putih, rajin ibadah, dan tetap bahagia.
" Banyak jualan tetangga dan produk UMKM yang bisa kita pesan dari rumah, jalankan 5M dan beli produk UMKM," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya