Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream- Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbaru dari pemerintah tidak memenuhi target. Dari lelang ini pemerintah mendapat tawaran para investor sejumlah Rp 2,83 triliun.
Dibawah target karena dari empat seri yang ditawarkan, pemerintah hanya memenangkan tiga seri dengan total nilai Rp 935 miliar. Perolehan itu lebih rendah dari target Rp1,5 triliun yang direncanakan pemerintah.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Rabu, 7 Mei 2014, dijabarkan bahwa proses lelang telah dilakukan pada Selasa (6 Mei 2014) terhadap empat SBSN yaitu SPN-S 07112014 (new issuance), PBS003 (reopening), PBS005 (reopening) dan PBS006 (reopening).
SBSN Seri SPN-S menjadi sukuk pilihan para investor. Surat utang yang jatuh tempo pada November 2014 ini menarik minat investor dengan penawaran hingga Rp 1,99 triliun.
Dari hasil lelang, pemerintah memutuskan hanya tiga seri SBSN yang dimenangkan. Satu SBSN yang tak dijual adalah PBS006 dengan penawaran masuk bernilai Rp 126 miliar.
SBSN Seri PBS006 mendapatkan alokasi pemenang tertinggi senilai Rp 455 miliar. Sukuk yang jatuh tempo pada 15 April 2043 ini memberikan yiels 8,98989 persen dengan tingkat imbalan 6,75000%.
Sementara SPSN-S yang jatuh tempo pada 7 November 2014, berhasil menyerap dana segar senilai Rp 280 miliar. Yield rata-rata tertimbang adalah 6,02511 persen.
Terakhir adalah SBSN seri PS003 dengan nilai yang dimenangkan Rp 200 miliar dan yield 8,62266 persen.
Pada proses penawaran yiled yang masuk untuk keempat SBSN kali ini berada di tentang 7% hingga 10%.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya