Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Indeks bursa saham yang menguat di pembukaan perdagangan akhirnya tergerus oleh aksi ambil untung pelaku pasar. Beruntung, masih adanya aksi beli asing menahan penurunan indeks lebih dalam.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6 Mei 2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 8,03 poin (0,17%) ke level 4.834,46.
Penurunan IHSG ini membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ikut melorot turun 0,17 poin (0,11%) ke level 158,68.
Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun lebih dalam hingga 1,2 poin (0,19%) ke level 647,03.
Volume perdagangan saham syariah kali ini mencapai 19,15 miliar dengan perputaran dana sebesar Rp 2,01 triliun. Posisi ini jauh lebih rendah dari perdagangan sehari sebelumnya di level Rp 2,3 triliun.
Koreksi harga terjadi pada 103 emiten sementara 85 lainnya masih sanggup terangkat naik.
Indeks saham bluechips syariah sebetulnya masih sanggup bertahan di zona hijau jelang penutupan perdagangan saham. Namun sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal I-2014 yang lebih rendah dari estimasi, membuat pemodal mencoba mencari untung.
Berikut adalah daftar saham syariah pencetak untung tertinggi (top gainer):
1. BSSR, menguat Rp 340 (21,94%)
2. CPIN, menguat Rp 215 (5,76%)
3. FORU, menguat Tp 80 (11,76%)
4. BRNA, menguat Tp 55 (9,82%)
5. AMFR, menguat Tp 50 (0,71%)
Sementar daftar pencetak rugi terbesar (top losser) dihuni oleh:
1. AALI, turun Rp 575 (1,94%)
2. FAST, turun Rp 110 (4,75%)
3. EXCL, turun Rp 95 (1,89%)
4. AISA, turun Rp 60 (2,63%)
5. DVLA, turun Rp 50 (2,41%)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya