Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Saham Syariah Tergerus Aksi Ambil Untung

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 6 Mei 2014 16:29
Indeks Saham Syariah Tergerus Aksi Ambil Untung
Indeks bursa saham nasional yang dibuka menguat, justru menutup perdagangan di zona merah. Sentimen pertumbuhan ekonomi di bawah estimasi membuat pelaku pasar mencari untung.

Dream - Indeks bursa saham yang menguat di pembukaan perdagangan akhirnya tergerus oleh aksi ambil untung pelaku pasar. Beruntung, masih adanya aksi beli asing menahan penurunan indeks lebih dalam.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6 Mei 2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 8,03 poin (0,17%) ke level 4.834,46.

Penurunan IHSG ini membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ikut melorot turun 0,17 poin (0,11%) ke level 158,68.

Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun lebih dalam hingga 1,2 poin (0,19%) ke level 647,03.

Volume perdagangan saham syariah kali ini mencapai 19,15 miliar dengan perputaran dana sebesar Rp 2,01 triliun. Posisi ini jauh lebih rendah dari perdagangan sehari sebelumnya di level Rp 2,3 triliun.

Koreksi harga terjadi pada 103 emiten sementara 85 lainnya masih sanggup terangkat naik.

Indeks saham bluechips syariah sebetulnya masih sanggup bertahan di zona hijau jelang penutupan perdagangan saham. Namun sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal I-2014 yang lebih rendah dari estimasi, membuat pemodal mencoba mencari untung.

Berikut adalah daftar saham syariah pencetak untung tertinggi (top gainer):

1. BSSR, menguat Rp 340 (21,94%)
2. CPIN, menguat Rp 215 (5,76%)
3. FORU, menguat Tp 80 (11,76%)
4. BRNA, menguat Tp 55 (9,82%)
5. AMFR, menguat Tp 50 (0,71%)

Sementar daftar pencetak rugi terbesar (top losser) dihuni oleh:

1. AALI, turun Rp 575 (1,94%)
2. FAST, turun Rp 110 (4,75%)
3. EXCL, turun Rp 95 (1,89%)
4. AISA, turun Rp 60 (2,63%)
5. DVLA, turun Rp 50 (2,41%)

Beri Komentar