Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat di Tengah Perlambatan Ekonomi RI

Reporter : Syahid Latif
Senin, 5 Mei 2014 16:18
Indeks Syariah Menguat di Tengah Perlambatan Ekonomi RI
Bursa saham Indonesia masih sanggup bertahan di zona hijau meski sentimen negatif perlambatan ekonomi Indonesia kuartal I-2014 menghadang.

Dream - Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat sepanjang kuartal I, indeks bursa saham nasional masih sanggup bergerak di zona hijau. Imbasnya, indeks saham syariah ikut mengalami penguatan.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin, 5 Mei 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,35 poin (0,22%) ke level 158,85.

Penguatan lebih tinggi dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menguat 1,99 poin (0,31%) ke level 648,24.

Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 3,74 (0,08%) ke level 4.842,5.

Sebanyak 24,44 miliar saham syariah bertukar pemilik pada perdagangan kali ini. Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp 2,23 triliun.

Meski menguat, indeks ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah sebanyak 107 emiten. Hanya 80 efek syariah yang menembus zona hijau sementara 64 emiten lainnya bergerak stagnan.

Indeks sepanjang perdagangan hari ini hanya mengandalkan sentimen dari dalam negeri. Terlebih lagi, Badan Pusat Statistik baru saja mengeluarkan laporan terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tiga bulan pertama 2014.

Meski ekonomi melambat, investor masih berusaha bertahan di pasar modal seiring makin hangatnya perdebatan politik jelang Pemilihan Presiden Juni mendatang.

Saham syariah pencetak untung (top gainer) pada perdagangan kali ini dihuni oleh emiten lapis dua, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) yang menguat Tp 340 ke level Rp 1.930 per saham.

Top gainer lainnya adalah AALI yang menguat Rp 250, FISH Rp 105, FORUM Rp 65, dan AISA Rp 55 per saham.

Di daftar top losser bertengger saham-saham syariah seperti EMTK yang terkoreksi Rp 50, EXCL Rp 50, AKRA Rp 40, CTRS Rp 30, dan ADHI Rp 25 per saham.

Beri Komentar