Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
KPR Syariah
Dream- Dalam beberapa waktu terakhir, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga kreditnya hingga ke posisi 7,5%. Sepanjang 2013 saja, bank sentral telah menaikkan BI Rate hingga 5 kali.
Keputusan ini tentunya membuat masyarakat pemilik kredit perbankan ketar-ketir memantau kenaikan bunga kredit di banknya masing-masing. Begitupun nasabah yang mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Masalah ini sebetulnya tidak perlu terjadi jika para nasabah menggunakan fasilitas KPR Syariah.
Pengamat ekonomi syariah Adiwarman Karim menyatakan KPR Syariah merupakan fasilitas yang menarik di tengah suku bunga kredit yang rawan naik.
" KPR Syariah ini menarik karena cicilannya yang tetap," ujar Adiwarman kepada Dream, Senin 5 Mei 2014.
KPR Syariah menggunakan sistem bagi hasil dengan nilai pinjaman syariah adalah nilai pembelian rumah ditambah margin yang ditentukan bank dari awal kredit. Jumlah tersebut tidak berubah hingga akhir masa pinjaman.
Sebagai ilustrasi, misalkan harga rumah Rp 100 juta dengan margin untuk 5 tahun adalah Rp 50 juta, sehingga debitur harus membayar Rp 150 juta dalam 60 bulan, atau Rp 2,5 juta per bulan.
Sementara, KPR konvensional biasanya menggunakan bunga flat hanya pada 3 tahun awal, sedangkan hingga masa kredit berakhir harus mengikuti suku bunga kredit. Hal ini yang menyebabkan pada tengah masa kredit, nasabah terjerat pada pembayaran cicilan yang tinggi.
Namun, lanjut Adiwarman, KPR Syariah ini memiliki beberapa kendala. Salah satunya, jangka waktu peminjaman yang tidak bisa terlalu panjang. Aturan ini menyebabkan KPR Syariah lebih tersegmentasi. Maksudnya, kebanyakan nasabah yang mengambil KPR Syariah merupakan kelompok menengah ke atas.
" Ada kendala, karena sifatnya yang fixed tadi, jangka waktunya tidak panjang, ini yang bisa hanya orang-orang menengah ke atas. Tapi KPR-nya pun jadi tersegmen, misalkan yang Rp 1 miliar bisa ke BTN Syariah, Rp 500 juta bisa ke BRI Syariah," jelasnya.
Menurutnya, tidak semua bank mampu menyediakan dana jangka panjang guna memfasilitasi KPR Syariah ini.
" KPR Syariah dengan jangka waktu yang panjang misalkan BTN Syariah, tetapi kalau bank memiliki dana jangka pendek maka tidak akan berani memberikan KPR Syariah jangka panjang," jelasnya.
Yang jelas, lanjutnya, KPR Syariah ini sangat menarik bagi para nasabah yang memiliki pendapatan tetap setiap bulannya.
" Ini bagus untuk yang gajian karena ada kepastian pembayaran bulanan," tegasnya.
Adiwarman menambahkan saat ini memang belum terlihat peningkatan yang signifikan bagi pengguna KPR Syariah. Pasalnya, kenaikan bunga kredit KPR konvensional baru saja terjadi sehingga masih melanda para nasabah lama yang sudah melakukan pinjaman melalui KPR konvensional.
" Kenaikan bunga kredit ini kan baru, jadi belum terlihat pertumbuhan KPR Syariah ini," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya