Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Bursa saham Indonesia memulai pekan kedua Mei 2014 dengan sedikit bertenaga. Seluruh indeks saham melaju di zona hijau.
Mengutip data perdagangan Kiwoom, Senin, 5 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 4.842,53. Pada penutupan akhir pekan lalu, IHSG berada di level 4.838,76.
Penguatan signifikan juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menguat ke level 158,66 pada sesi pembukaan. Hingga perdagangan pukul 9.42 WIB, indeks ISSI masih terus menguat hingga 0,31%.
Di daftar saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mencatat kenaikan. Indeks yang dibuka menguat di level 647,2 pada sesi pembukaan, masih mantap bergerak di zona hijau.
Transaksi perdagangan di awal pekan ini masih terbilang sepi. Dari 3,47 miliar saham yang bertukar pemilik, nilai transaksi perdagangan saham baru mencapai Rp 391 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai indeks dari bursa di kawasan Asia kemungkinan cenderung bergerak variasai.
" Pelaku pasar masih menunggu data manufaktur China," terang Satrio.
Minimnya sentimen dari bursa regional ini, diperkirakan masih akan membuat pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, lebih berfokus pada sentimen dalam negeri.
Padahal, dari dalam negeri, sentimen perdagangan juga terlihat masih mixed: data-data ekonomi yang dipublikasikan akhir minggu kemarin, sentimennya cenderung positif. Akan tetapi, buruknya kinerja emiten ditambah dengan minimnya perkembangan terbaru dari sentimen pilpres, diperkirakan akan membuat IHSG cenderung bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4835 - 4860.
" Minggu ini, pemilu presiden mencapai tahapan penting yaitu dengan adanya pengumuman hasil rekapitulasi resmi penghitungan suara pemilu legislatif," ujar Satrio.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya