Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi Asuransi Syariah
Dream - Bisnis asuransi syariah yang masih berusia muda harus berjuang keras memasuki pasar yang padat. Bisnis ini harus berjuang melalui layanan, bukan harga, agar mampu menjaring para nasabah konvensional.
Menurut Safder Jaffer, Managing Director dan Consulting Actuary, Timur Tengah & Afrika, Milliman, perusahaan asuransi syariah tidak memiliki kesempatan yang besar dibandingkan asuransi konvensional yang diluncurkan di semua negara, seperti Uni Emirat Arab.
" Ini yang sulit, apalagi asuransi kesehatan yang memerlukan infrastruktur yang kuat dan saya tidak melihat nilai yang unik dari bisnis asuransi syariah kesehatan," ujarnya seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Sabtu, 3 Mei 2014.
Sekretaris Jenderal for the Gulf Insurance Federation, Fareed Lutfi, yakin asuransi syariah tidak bisa bersaing dengan konvensional. Dengan kekuatan sokongan modal, bisnis syariah diyakini bakal kalah.
Lemahnya kekuatan bisnis syariah tak terlepas dari usianya yang relatif muda. Bisnis asuransi syariah diketahui baru berusia 12 tahun dengan waktu pematangan konsep di Malaysia yang baru berumur 30 tahun.
" Jika ini terjadi maka akan berisiko dan mungkin ada pemain yang memiliki bantal untuk menopang kerugian, tetapi ada pemain lain yang tidak mampu bertahan," ujar Bassel Hindawi, Member of the Steering Committee, MENA Insurance CEO Club dan pembentuk Insurance Commissioner of Jordan.
Bassel justru menyarankan agar semua pemain asuransi syariah berhati-hati dalam menentukan harga.
Lalu di manakah peluang besar bagi asuransi syariah? Jaffer menyatakan kesempatan ada pada asuransi keluarga dan pribadi, simpanan, pensiun, hipotek.
" Saya tidak melihat masa depan bagi asuransi syariah untuk kesehatan dan asuransi kendaraan bermotor," katanya.
Untuk itu, perlu dikembangkan bisnis di jalur tersebut. Tentunya didukung dengan peraturan yang tepat guna memberikan pelaku bisnis asuransi syariah jalan untuk berkembang.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?