Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Terpeleset di Pembukaan, Indeks Saham Syariah Bergerak Menguat

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 2 Mei 2014 10:47
Terpeleset di Pembukaan, Indeks Saham Syariah Bergerak Menguat
Saham AALI yang dua hari terakhir mencetak top gainer, kini justru terserang aksi ambil untung. Saham apa yang untung di sesi pembukaan ini. Berapa pula jumlah volume transaksi pada Jumat pagi ini.

Dream - Indeks saham emiten syariah kembali bergerak di zona hijau meski sempat tergelincir di awal perdagangan. Sentimen data ekonomi terbaru membuat bursa saham Indonesia menguat usai libur Hari Buruh.

Pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat, 2 Mei 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke level 158,58. Namun seiring munculnya data deflasi April 2014, ISSI kembali masuk zona hijau.

Hingga perdagangan pukul 09.50 WIB, indeks ISSI tercatat telah menguat 0,22 poin (0,14%) ke level 159,05.

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah ke level 646,04. Seiring menghijaunya bursa saham domestik, indeks JII juga ikut menguat 1,07 poin (0,16%) ke level 648,63 pada perdagangan pukul 09.53 WIB.

Volume perdagangan transaksi saham kali ini mencapai 6,22 miliar dengan nilai Rp 993,02 miliar.

Sebanyak 70 emiten syariah berhasil mencetak kenaikan harga saham. Sementara 78 lainnya masih terpuruk di zona merah dan 39 emiten bergerak stagnan.

Emiten GMTD menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) setelah menguat Rp 1.200 ke level 7.400 saham. Top gainer lainnya adalah CTRS yang menguat Tp 65. ASII Rp 50, ACES Rp 40, dan ARNA Rp 40 per saham.

Sementara saham perusahaan perkebunan milik Astra, PT Astra Agro Lestari (ASII) yang sebelumnya menjadi top gainer, kini terkena aksi ambil untung. AALI menjadi pencetak koreksi terdalam (top losser) setelah harga sahamnya turun Rp 775 ke level 28.625 per saham.

Top losser lainnya adalah CIPN yang terkoreksi Rp 50, CPIN, ECII, EXCL, dan BTON masing-masing senilai Rp 50 per saham.

Beri Komentar