Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham
Dream - Usai melemah dua hari terakhir, bursa saham Indonesia membuka perdagangan dengan bergerak ke zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 14,55 poin pada sesi pembukaan.
Aksi tancap gas bursa domestik membuat indeks saham syariah ikut terkena dampak positif. Indeks Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat tipis ke level 158,87 setelah kemarin ditutup di level 158,30.
Penguatan ini mengangkat indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ke posisi 648,63 pada sesi pembukaan.
Hingga perdagangan pukul 09.16 WIB, transaksi perdagangan saham-saham syariah mencapai 3,12 miliar dengan nilai mencapai Rp 619 miliar.
Sebanyak 99 emiten syariah mencetak penguatan harga sementara 25 lainnya masih belum beranjak dari tren penurunan.
Di jajaran saham bluechips syariah, saham produsen consumer good, UNVR mencetak penguatan tertinggi sebesar Rp 275 per saham. Top gainer lainnya adalah AALI yang menguat Ro 175, INTP Rp 75, EXCL Rp 120, dan JSMR Rp 100.
Sementara saham bluechips syariah yang terpuruk di zona merah di antaranya UNTR yang turun Rp 100, ASII dan SMGR masing-masing Rp 50 per saham.
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam risetnya mengatakan perdagangan saham kemarin tampaknya memanfaatkan pelemahan pasar pada perdagangan sebelumnya.
Pasar mencoba melakukan pembelian kembali dalam jumlah terbatas setelah melihat respon positif penutupan laju bursa saham AS dan Eropa. Pasar juga menanggapi positif laporan keuangan emiten.
" Sentimen negatif berasal dari masih tercatatnya nett sell asing dan kembali melemahnya rupiah," kata Reza.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya