Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham
Dream - Menguatnya saham-saham bluechips syariah belum mampu mengangkat indeks JII dan ISSI menembus zona hijau. Padahal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan menguat tipis 0,02%.
Laju saham kelompok bisnis Astra seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractor Tbk (UNTR) memimpin daftar top gainer perdagangan Selasa, 29 April 2014.
Mengutip data Kiwom, indeks saham bluechips syariah (JII) ditutup melemah 5,06 poin (0,78%) ke level 645,25. Sebanyak 13 emiten keping biru syariah mencetak penguatan harga sementara sisanya terperosok masuk zona merah.
Nasib yang sama dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang melemah 0,56 poin (0,35%) ke level 158,3.
Pelemahan indeks ISSI terjadi ditengah maraknya kenaikan harga saham emiten syariah sebanyak 104 saham. Hanya 72 emiten saja yang mencetak penurunan harga saham.
Transaksi perdagangan saham emiten syariah di daftar JII tercatat mencapai Rp 2,03 triliun. Sementara ISSi mencatat perdagangan senilai Rp 3,17 triliun.
Saham-saham syariah pencetak kenaikan harga sahan tertinggi kali ini adalah UNTR yang menguat Rp 900 per saham. Top gainer lainnya adalah AALI yang naik Rp 500, UNVR Rp 425, MNCN Rp 40, dan INDF Rp 25.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam risetnya mengatakan sejumlah laporan keuangan emiten masih keluar sesuai ekspektasi.
Kondisi ini membuat investor memberanikan diri untuk masuk ke dalam saham-saham incarannya.
Namun, lanjutnya, aksi asing yang masih melepas saham membuat pemodal memasang posisi defensif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya