Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Hijab Day Di Jakarta, 27 April 2014 (Aping-dream.co.id)
Dream - Bisnis fashion muslim memang sedang booming. Pada ajang Hijab Day yang digelar Minggu kemarin, 27 April 2014, ribuan pengunjung menghadiri acara ini di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Banyak juga desainer, pebisnis dan para pesohor yang hadir.
Setidaknya terdapat 120 stan pameran produk hijab di situ, dan menawarkan diskon untuk setiap produk mereka. Banyak juga yang membeli. Kue bisnis di segmen ini, terlihat dari ramainya perusahaan yang hadir dan membludaknya para pembeli.
Sekali belanja busana terbaru, hijaber rela merogoh kocek antara Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta.
Zahratul Jannah, wanita yang setahun terakhir malang melintang di dunia bisnis busana muslim menuturkan bahwa rekan-rekannya sudah biasa menghabiskan sekurangnya Rp 2 juta untuk berbelanja busana hijab.
" Mungkin memang sudah kodrat wanita suka berbelanja," kata Zahratul saat berbincang dengan Dream di sela Hijab Day 2014 di Gandaria City, Jakarta, Minggu, 27 April 2014.
Wanita yang memutuskan berhijab sejak 13 tahun yang lalu ini mengatakan uang jutaan ini baru dibelanjakan untuk baju, sepatu, dan tas. Masih ada anggaran tambahan lain seperti produk kecantikan untuk menunjang penampilan para hijaber.
" Teman saya biasa menghabiskan minimal Rp 2,5 juta untuk fashion saja. Itu minimal," kata Zahra. Baginya, perputaran uang yang beredar dalam bisnis fashion muslim menunjukan geliat sekaligus besarnya potensi ceruk pasar.
Menurut alumnus Universitas Parahyangan Bandung ini, besarnya uang belanja bukan dikarenakan mahalnya produk fashion muslim. Para hijaber justru bisa membeli produk-produk yang relatif murah.
Terlebih lagi belum ada pemain asing yang masuk ke bisnis fashion di dalam negeri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya