Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengangguran Di Negeri Teluk
Dream- Pemerintah Arab Saudi punya cara unik untuk menurunkan tingkat pengangguran di negaranya. Negeri kaya minyak ini rela mengguyur 1,5 miliar riyal atau Rp 4,63 triliun kepada perusahaan perusahaaan untuk memperkerjakan orang lokal.
Lewat lewat media sosial Twitter, Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi Adel Fakeih mengungkapkan 88 ribu perusahaan swasta akan menerima kucuran dana tersebut.
Mengutip laman arabianbusiness.com, Senin, 28 April 2014, dana triliunan rupiah itu sudah didistribusikan setelah kerajaan Arab Saudi memutuskan kenaikan gaji para pekerja lokal.
Cara ini sengaja ditempuh agar perusahaan tak terbebani dengan biaya akibat kenaikan gaji pegawai.
Perusahaan swasta di Negeri Terkaya Timur Tengah ini memang tak bisa menghindari kewajiban kenaikan gaji para pegawai lokal. Kenaikan ini dipicu oleh program nasionalisasi yang tengah digalakkan pemerintah.
Fakih mengungkapkan, 70% sumbangan pemerintah ini disalurkan ke usaha kecil dan menengah yang memang terkena dampak paling besar dari kebijakan tersebut.
Tak hanya hadiah tambahan gaji dari kerajaan, kementerian pengelolaan dana untuk pengembangan sumber daya manusia juga memperoleh alokasi tunjangan 24 ribu riyal bagi para pencari kerja.
Uang ini diberikan dalam empat kali pembayaran selama 24 bulan.
Saat ini Arab Saudi memang tengah gencar mendeportasi pekerja ilegal setelah memberikan amnesti selama tujuh bulan. Kebijakan ini membuat lebih dari satu juta pekerja hengkang dari negeri ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya