Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penguasa Ekonomi Dunia, Negara Maju Atau Berkembang?

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 1 Mei 2014 14:00
Penguasa Ekonomi Dunia, Negara Maju Atau Berkembang?
Bank Dunia merilis PDB terbaru dari negara-negara di dunia. Dengan krisis yang melanda negara maju, siapa penguasa perekonomian dunia saat ini?

Dream - Laporan terbaru Bank Dunia mencatat nilai produksi barang dan jasa dunia selama 2011 mencapai US$ 90 triliun. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya berasal dari negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Data The International Comparison Program (ICP) yang dirilis Bank Dunia menemukan enam dari 12 negara dengan skala perekonomian terbesar dunia merupakan negara berpendapatan menengah.

" 12 negara besar ini menguasai dua pertiga dari perekonomian dunia dan 59% populasi global," ungkap laporan ICP dari Bank Dunia yang diperoleh Dream.

Pertumbuhan PDB Dunia berdasarkan indikator Purchasing Power Parity (PPP) diperkirakan mencapai US$ 90,64 triliun. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan pengukuran PDB berdasarkan nilai tukar mata uang yang mencapai US$ 70,29 triliun.

PPP atau disebut kesetaraan daya beli adalah cara menghitung nilai tukar antara dua mata uang yang berbeda akan seimbang, jika daya beli dari kedua mata uang tersebut setara.

Bank Dunia menemukan, porsi PDB dari negara-negara berpendapatan menengah mencapai 48%.

Dalam kategori ini, enam negara seperti China, India, Rusia, Brasil, Indonesia, dan Meksiko menguasai 32,3% PDB dunia. Total keenam negara ini hampir sebanding dengan enam negara maju yang menguasai 32,9%.

Keenam negara berpendapatan tinggi itu adalah Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, dan Italia.

Dari hasil perhitungan ICP ini, penduduk Qatar, Makau, Lexemburg, Kuwait, dan Brunei tercatat sebagai yang terkaya di dunia. Dua negara teratas bahkan mampu memberikan pendapatan per kapita lebih dari US$ 100 ribu.

Sementara itu, Malawi, Mozambiq, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Burundi, Congo, Liberia menjadi negara dengan pendapatan per kapita terendah di dunia, atau kurang dari US$ 1.000 per orang.

Beri Komentar