Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Bank Yang Melayani Perbangkan Syariah
Dream - Bisnis syariah Indonesia terus menggeliat. Dengan status sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi magnet kuat bagi pemilik modal luar negeri. Laporan terbaru Economic Inteligence Unit (EIU), yang diperoleh Dream, Rabu, 30 April 2014, menemukan 11 persen generasi muda muslim menguasai populasi dunia.
" Konsentrasi utama terletak di Indonesia, diikuti India, Turki," ungkap laporan bertajuk The Sharia-Conscious Consumer tersebut. Lihat saja pertumbuhan bisnis perbankan syariah di Indonesia. Data Bank Indonesia mencatat aset perbankan syariah pada 2013 sudah mencapai Rp 179 triliun.
Dibandingkan total aset perbankan nasional, nilai ini baru sekitar 4,4 persen. Artinya masih ada potensi besar yang masih belum tergarap. Tanda-tanda pertumbuhan bank syariah nasional mulai terlihat. Pada 2011, jumlah pemilik rekening di perbankan syariah baru mencapai 9,8 juta nasabah. Tak butuh waktu lama, pemilik rekening tabungan syariah naik menjadi 13,4 juta di akhir 2012.
Kenaikan yang sangat fantastis. Pertumbuhan perbankan syariah tercatat mencapai 37 persen. Jauh di atas pertumbuhan perbankan umum. " Selama bertahun-tahun, pertumbuhan perbankan syariah selalu jauh di atas industri konvensional," ujar Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Dr Ahmad Riawan Amin dalam pesan elektroniknya kepada Dream.
Melajunya bisnis syariah juga terlihat di sektor saham. Sejak Bursa Efek Indonesia meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) pada 3 Juli 2000, kapitalisasi saham-saham bluechips berbasis syariah terus melonjak.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghitung kapitalisasi saham syariah hingga akhir Oktober 2013 menyentuh Rp 2.618 triliun. Sekitar 58% dari kapitalisasi pasar BEJ. Dan kian hari, kian banyak yang berminat dengan saham-saham syariah itu.
Bisnis asuransi syariah (takaful) juga tak kalah menggeliatnya. Data Asosiasi Asuransi Indonesia (AASI) menunjukan, pertumbuhan industri takaful sepanjang 2013 tumbuh sekitar 30-40%.
Bahkan diramalkan, pada tahun ini akan menjadi puncak pertumbuhan asuransi syariah.
" Jadi pantaskah bangsa yang mengaku diri sebagai bangsa Islam terbesar ini, hanya punya pangsa perbankan Islam yang hanya di bawah 5%?" tanya Riawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya