Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bisnis Syariah Selalu Jauh di Atas Industri Konvensional

Reporter : Agung
Rabu, 30 April 2014 15:51
Bisnis Syariah Selalu Jauh di Atas Industri Konvensional
Selama bertahun-tahun, pertumbuhan perbankan syariah selalu jauh di atas industri konvensional.

Dream - Bisnis syariah Indonesia terus menggeliat. Dengan status sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi magnet kuat bagi pemilik modal luar negeri. Laporan terbaru Economic Inteligence Unit (EIU), yang diperoleh Dream, Rabu, 30 April 2014, menemukan 11 persen generasi muda muslim menguasai populasi dunia.

" Konsentrasi utama terletak di Indonesia, diikuti India, Turki," ungkap laporan bertajuk The Sharia-Conscious Consumer tersebut. Lihat saja pertumbuhan bisnis perbankan syariah di Indonesia. Data Bank Indonesia mencatat aset perbankan syariah pada 2013 sudah mencapai Rp 179 triliun.

Dibandingkan total aset perbankan nasional, nilai ini baru sekitar 4,4 persen. Artinya masih ada potensi besar yang masih belum tergarap. Tanda-tanda pertumbuhan bank syariah nasional mulai terlihat. Pada 2011, jumlah pemilik rekening di perbankan syariah baru mencapai 9,8 juta nasabah. Tak butuh waktu lama, pemilik rekening tabungan syariah naik menjadi 13,4 juta di akhir 2012.

Kenaikan yang sangat fantastis. Pertumbuhan perbankan syariah tercatat mencapai 37 persen. Jauh di atas pertumbuhan perbankan umum. " Selama bertahun-tahun, pertumbuhan perbankan syariah selalu jauh di atas industri konvensional," ujar Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Dr Ahmad Riawan Amin dalam pesan elektroniknya kepada Dream.

Melajunya bisnis syariah juga terlihat di sektor saham. Sejak Bursa Efek Indonesia meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) pada 3 Juli 2000, kapitalisasi saham-saham bluechips berbasis syariah terus melonjak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghitung kapitalisasi saham syariah hingga akhir Oktober 2013 menyentuh Rp 2.618 triliun. Sekitar 58% dari kapitalisasi pasar BEJ. Dan kian hari, kian banyak yang berminat dengan saham-saham syariah itu.

Bisnis asuransi syariah (takaful) juga tak kalah menggeliatnya. Data Asosiasi Asuransi Indonesia (AASI) menunjukan, pertumbuhan industri takaful sepanjang 2013 tumbuh sekitar 30-40%.

Bahkan diramalkan, pada tahun ini akan menjadi puncak pertumbuhan asuransi syariah.

" Jadi pantaskah bangsa yang mengaku diri sebagai bangsa Islam terbesar ini, hanya punya pangsa perbankan Islam yang hanya di bawah 5%?" tanya Riawan.

Beri Komentar