Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Saham Syariah Tergusur ke Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 2 Mei 2014 17:29
Indeks Saham Syariah Tergusur ke Zona Merah
Indeks saham syariah, ISSI dan JII, menutup perdagangan Jumat sore ini di zona merah usai sempat menguat di awal perdagangan. Apa sebabnya?

Dream - Bursa saham Indonesia tak mampu mempertahankan laju penguatan setelah muncul keraguan pada kinerja emiten. Alhasil, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks syariah tersungkur masuk zona merah.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Mei 2014, IHSG turun tipis 1,38 poin (0,03%) ke level 4.838,76. Penurunan juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang turun 0,33 poin (0,21%) ke level 158,49.

Saham-saham bluechips syariah juga tak mampu unjuk gigi pada perdagangan kali ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun lebih dalam hingga 1,42 poin (0,22%) ke level 646,25.

" Kondisi fundamental untuk kuartal satu adalah tidak terlalu bagus. Market hanya naik sebagai akibat dari sentimen Pemilu," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Bursa saham syariah didominasi oleh turunnya harga saham dari 123 emiten sementara 52 lainnya bergerak stagnan. Namun masih ada 76 emiten yang mampu menembus zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah di penghujung pekan ini mencapai Rp 3,42 triliun dengan volume mencapai 27,55 miliar saham.

Pemodal tampaknya menghindari saham-saham bluechips pada akhir pekan ini. Terbukti daftar emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) di huni emiten lapis dua.

Emiten CTRS memimpin daftar top gainer dengan kenaikan harga saham Rp 85 per saham. Diikuti oleh ASGR yang menguat Tp 70, AMFG Rp 50, ACES Rp 40, dan ADHI Rp 35 per saham.

Kondisi yang sama terjadi di daftar pencetak koreksi harga saham terdalam. Top losser dihuni oleh AKRA yang melemah Rp 115, FISH Rp 105, EXCL Rp 100, EMPT Rp 75, dan CPIN Rp 70 per saham. 

Beri Komentar