Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia tak mampu mempertahankan laju penguatan setelah muncul keraguan pada kinerja emiten. Alhasil, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks syariah tersungkur masuk zona merah.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Mei 2014, IHSG turun tipis 1,38 poin (0,03%) ke level 4.838,76. Penurunan juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang turun 0,33 poin (0,21%) ke level 158,49.
Saham-saham bluechips syariah juga tak mampu unjuk gigi pada perdagangan kali ini. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun lebih dalam hingga 1,42 poin (0,22%) ke level 646,25.
" Kondisi fundamental untuk kuartal satu adalah tidak terlalu bagus. Market hanya naik sebagai akibat dari sentimen Pemilu," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Bursa saham syariah didominasi oleh turunnya harga saham dari 123 emiten sementara 52 lainnya bergerak stagnan. Namun masih ada 76 emiten yang mampu menembus zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah di penghujung pekan ini mencapai Rp 3,42 triliun dengan volume mencapai 27,55 miliar saham.
Pemodal tampaknya menghindari saham-saham bluechips pada akhir pekan ini. Terbukti daftar emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) di huni emiten lapis dua.
Emiten CTRS memimpin daftar top gainer dengan kenaikan harga saham Rp 85 per saham. Diikuti oleh ASGR yang menguat Tp 70, AMFG Rp 50, ACES Rp 40, dan ADHI Rp 35 per saham.
Kondisi yang sama terjadi di daftar pencetak koreksi harga saham terdalam. Top losser dihuni oleh AKRA yang melemah Rp 115, FISH Rp 105, EXCL Rp 100, EMPT Rp 75, dan CPIN Rp 70 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya