Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pria Memakai Jam Tangan. (Foto: Pixabay)
Dream – Apa rasanya jika menggunakan jam tangan seharga beberapa unit mobil Ferarri? Terdengar mustahil namun ini benar-benar terjadi.
Sebuah jam tangan baru saja terjual di sebuah acara pelelangan Sotheby di Jenewa, Swiss. Untuk bisa memamerkan jam ini di pergelangan tangan, si pemilik harus merogoh kocek sampai 3,9 juta franc atau setara Rp57,1 miliar.
Tak hanya itu saja. Si pembeli harus bersaing dengan 900 peminat dari 54 negara untuk bisa memilikinya.
Mengutip laman Liputan6.com, jam itu bermerek Patek Philippe. Jam tangan bereferensi model 2499 ini dikenal dengan nama The Asprey.
Arloji itu dibuat pada 1952 dan menghadirkan fitur kalender abadi (perpetual calendar).

Di dunia jam tangan, kalender abadi adalah pengoperasian jam yang bisa menyesuaikan ke dunia nyata. Ini tentu benda dengan kalender jam biasa di mana pengguna perlu menyesuaikan tanggal jika hari dalam satu bulan kurang dari 31 hari, demikian penjelasan situs spesialis perhiasan dan jam tangan Gray & Sons.
Pengguna juga tak perlu menyesuaikan penanggalan jam tangan ketika tahun kabisat. Hal itu akan berlangsung selamanya. Tapi, jam tangan itu tetap harus disesuaikan pada tahun 2100 yang melewati tahun kabisat berdasarkan standar kalender Gregorius.
Harga jam ini naik dari tahun 2006 yang kala itu mencapai 2,2 juta franc atau Rp32,1 miliar. Kala itu, harganya juga memecahkan rekor dunia.
Tak diketahui siapa penjual jam mahal itu. Pembelinya diduga berasal dari Tiongkok karena perantara yang ikut lelang merupakan wanita Asia yang bicara dengan bahasa Mandarin via telepon.
Jam tangan The Asprey ini menjadi primadona di antara merek Cartier, Rolex, dan Vacheron Constantin yang ikut dilelangkan. Sotheby's menyebut, terkumpul dana sebesar 12,2 juta franc (Rp 178 miliar)
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya